Cuma Dikasih Kartu Nama Ahok, Warga Meruya Ilir Kecewa

Kompas.com - 07/06/2012, 00:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian warga Meruya Ilir Blok D1/B9 mengaku kecewa atas kunjungan calon wakil gubernur yang diusung PDI-P dan Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Alasannya, Ahok datang berkunjung ke sana hanya membagikan kartu nama dan koran yang digarap tim suksesnya. Padahal, warga berharap mendapatkan bantuan sembako atau uang.

"Berharap enggak sekadar tinjau, harus memperhatikan yang di sini juga, sembako atau amplop gitu," ungkap Marzuki, salah satu warga Meruya Ilir Blok D, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (6/6/2012).

Menanggapi keluhan tersebut, di sela kunjungannya, Ahok mengatakan, jika ingin memilih pejabat itu harus orang yang bisa dihubungi seumur hidup. Makanya, ia memilih memberikan kartu nama berisi nomor telepon selulernya dan koran agar lebih dekat mengenal siapa Jokowi dan Ahok, bukan uang atau sembako.

"Kalau gue kasih uang atau sembako, terus besok calon lain kasih juga, terus elu tusuk yang mana?" katanya sambil bergurau.

Ia menjelaskan, keputusan yang dilakukannya memang disadari proses pendidikan politik yang mahal dan berisiko tinggi.

"Misalnya saat orang minta duit, baju, sembako, kami tegas-tegas bilang tidak ke mereka. Saat mereka mengancam nanti tidak akan pilih, ya itu risiko," katanya.

Dalam Pilkada DKI Jakarta nanti, Ahok sangat optimistis dapat menaklukkan Jakarta bersama pasangan calon gubernur Joko Widodo atau Jokowi.

"Jakarta perlu kami taklukkan karena Jakarta ini pusatnya informasi, semua cepat, semua orang bisa tahu. Kalahpun kalah, saya puas karena setidaknya saya pernah tawarkan konsep pemimpin adalah pelayan masyarakat," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau