BATAM, KOMPAS.com - Warga mencurigai ada kelalaian dalam insiden tongkang APC Aussie 1 yang menabrak Jembatan Raja Kecil di Batam, Rabu (6/6) dini hari. Warga berharap polisi menyelidiki pihak yang lalai itu.
Warga Kelurahan Galang Baru, Rahman menuturkan, informasi yang beredar tongkang dihanyutkan arus kuat. Arus itu disebutkan memutus jangkar sehingga tongkang terseret. "Kami lihat hanya satu jangkar putus. Tiga jangkar lain utuh dan tergulung. Jangan-jangan saat itu hanya satu jangkar itu dipasang," ujarnya, Kamis (7/6).
Jika hanya satu jangkar dipasang, warga menilai hal itu sebagai kelalaian. Tongkang sepanjang 110 meter dan lebar 33,55 meter itu seharusnya dijaga dengan sedikitnya dua jangkar. "Kami berharap polisi menyelidiki ini. Kami sudah sengsara gara-gara jembatan ditutup," ujarnya.
Sementara Kepala Bagian Humas Polda Kepulauan Riau Ajun Komisaris Besar Hartono menuturkan, tim penyelidik sudah diterjunkan sejak Rabu pagi. Tim itu antara lain menggabungkan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Polisi Air. "Polisi fokus pada penyebab insiden. Keterangan dari semua pihak digali," ujarnya.
Polisi juga menyiapkan tim umum. Tim itu bertugas menjaga proses evakuasi dan pengamanan jembatan. Tim terutama memastikan tidak ada mobil lewat selama proses evakuasi. Sebab, berdasarkan pendapat tim perancang jembatan, struktur jembatan labil selama proses evakuasi. "Sejak insiden itu, banyak warga datang dan menonton ke lokasi. Kami berusaha menjaga mereka tidak terlalu dekat dengan lokasi berbahaya," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang