Granat Yakin Memenangi Gugatan

Kompas.com - 07/06/2012, 20:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gerakan Nasional Anti Madat  optimistis akan memenangi gugatan terhadap keputusan presiden terkait pemberian grasi kepada Corby dan Grobmann. Lembaga antinarkoba ini telah mendaftarkan gugatan tersebut di Pengadilan Tata Usaha Negara di Jakarta Timur, Kamis (7/6/2012).

"Ya, percaya diri, artinya kami mengajukan perlawanan itu, kan, dengan menggunakan ilmu. Jadi dasar-dasar keilmuannya, ada dokumentasinya, bukan ngawur gitu," kata kuasa hukum Gerakan Nasional Anti Madat (Granat), Yusril Ihza Mahendra, di PTUN.

Ia menyatakan, dalam sejarah Indonesia baru kali ini ada gugatan terhadap grasi yang dikeluarkan oleh Presiden RI. Menurut dia, Granat mengajukan gugatan ini karena merasa keputusan presiden (keppres) tersebut tidak sesuai dengan semangat Indonesia untuk memberantas narkoba.

Granat khawatir pemberian grasi ini dimanfaatkan negara lain jika ada warga mereka yang terlibat kasus narkoba di Indonesia.

"Ini terjadi sesudah amandemen UUD 1945. Pasalnya, sebelumnya mungkin orang tidak menggugat grasi karena dalam penjelasan UUD 45 yang lama disebutkan bahwa grasi itu adalah konsekuensi dari kedudukan presiden sebagai kepala negara, jadi keputusannya tidak bisa diapa-apakan. Akan tetapi, sekarang, kan, kepala negara sudah dihapuskan," ujar Yusril.

Yusril menyatakan, jika gugatannya ini kalah di PTUN,  pihaknya akan mengajukan banding hingga di Mahkamah Agung. Namun,  Yusril lagi-lagi tampak tak ragu sedikit pun dalam mengajukan gugatan Granat itu.

Ia yakin punya argumen dan dokumen yang mendukung gugatan tersebut. "Sekiranya jika majelis hakim sependapat dengan penggugat,  gugatan itu tentu akan dikabulkan,"  tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau