Sabu 351 Kilogram Lolos, Petugas BC Mengaku Kelelahan

Kompas.com - 07/06/2012, 22:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengembangkan kasus lolosnya 351 kilogram sabu dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Salah satu petugas Bea Cukai Bagian Pemeriksaan Barang, Joy Aryanto, sudah diperiksa penyidik.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menuturkan berdasarkan pengakuan Joy, sabu seberat 351 kilogram itu lolos dari pengawasan karena petugas kelelahan. "Yang bersangkutan mengatakan adanya keterbatasan waktu dan lelah karena banyaknya kontainer yang akan diperiksa dalam kaitan pelaksanaan tugasnya," ujar Rikwanto, Kamis (7/6/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Joy kepada penyidik juga menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan barang-barang yang masuk paling tidak harus diperiksa minimal 10 persen dari total jumlah barang yang ada. Namun, pada saat lolosnya sabu itu terjadi, Joy mengaku hanya memeriksa tiga boks paket yang berisi 351 kilogram sabu yang disamarkan dengan paket kaleng ikan arwana.

"Ketentuannya paling tidak barang yang masuk sampel yang diperiksa 10 persen, kenyataannya hanya diperiksa 3 boks, disini menurut pengelihatan Joy masih berupa makanan ikan arwana," papar Rikwanto.

Setelah pemeriksaan Joy, polisi juga akan mengkonfrontasi keterangan para saksi untuk menemukan titik terang bagaimana bisa sabu sebanyak itu dapat lolos dari pemeriksaan. Saksi yang diperiksa antara lain, Budi Susilo dan Tri Baroto selaku petugas pemeriksaan dokumen.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengagalkan pengedaran 351 kilogram sabu dan 2 kilogram efidrin di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (10/5/2012) lalu. Sebanyak lima orang pelaku berhasil diamankan. Kelimanya adalah PTR, AK, DR, MW alias A dan seorang warga Malaysia, EWH alias J yang melakukan peredaran narkoba dalam kurun waktu 2-9 Mei 2012 pada beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau