Pemilu 2014

Bagus jika Banyak Kader Golkar Jadi Calon Presiden

Kompas.com - 08/06/2012, 02:57 WIB

Jakarta, Kompas - Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, sangat baik jika banyak kader Partai Golkar yang menjadi calon presiden di partai-partai lain selain Golkar.

”Bagus kan, itu berarti orang Golkar ada di mana-mana,” katanya saat ditanya soal tingginya popularitas Jusuf Kalla sebagai capres, di sela-sela acara Bulan Bung Karno, di Jakarta, Rabu (6/6).

Menurut Aburizal, ia mempersilakan kalau Jusuf Kalla dicalonkan sebagai capres oleh partai lain. Namun, menurut dia, tak bisa dicalonkan Golkar karena sesuai dengan rapat pimpinan nasional, Golkar telah memiliki capres, yaitu Aburizal Bakrie.

Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie, yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mengatakan, survei merupakan hasil sesaat yang bisa berubah sewaktu-waktu. Ia mengatakan, agenda utama Demokrat saat ini adalah memulihkan persepsi masyarakat tentang Demokrat. ”Namanya citra itu persepsi, persepsi itu opini, opini itu dari berita,” kata Marzuki.

Adapun mantan Wakil Presiden Try Sutrisno mengatakan optimistis akan ada pemimpin dari generasi muda. Ia menyebutkan, tidak menjadi masalah apa latar belakang calon pemimpin nasional, baik sipil maupun militer. Menurut dia, sipil atau militer sama saja.

Biayai calon

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella, di Jakarta, Kamis, mengatakan, pihaknya tidak berambisi merebut kursi presiden karena ingin menguasai parlemen terlebih dahulu.

”Partai Nasdem bertujuan membawa perubahan. Perubahan di lembaga legislatif dari daerah hingga pusat akan lebih efektif membawa restorasi Indonesia,” ujarnya.

Rio menegaskan, ”Saat ini tidak terjadi checks and balances karena parlemen ikut bermain bersama eksekutif. Itu harus diubah sama sekali. Nasdem tidak menjual figur presiden, tetapi mengampanyekan perubahan menyeluruh di Indonesia.”

Ia juga menerangkan, Nasdem siap membiayai calon anggota legislatif (caleg) yang berpotensi. Dalam pemilu-pemilu sebelumnya, caleg mengeluarkan modal sendiri, kemudian terjadi korupsi untuk mengembalikan modal.

Nasdem, kata Rio, mengubah pendekatan dengan membiayai caleg sehingga mereka tidak usah terlibat dalam politik transaksional saat duduk sebagai anggota legislatif dan fokus pada tugas legislasi serta mengawasi eksekutif.

Nasdem mendukung aktivis politik, anggota DPR yang kritis tetapi dikecewakan partainya, untuk menjadi caleg pada Pemilu 2014. (Ong/EDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau