Bbm bersubsidi

Pembatasan BBM bagi Mobil Dinas Diragukan

Kompas.com - 08/06/2012, 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (ReforMiner Institute), Komaidi Notonegoro, menyatakan, pelarangan pemakaian BBM bersubsidi bagi mobil dinas masih tergantung pengawasan di lapangan dan niat baik pemakai mobil dinas. 

Jika niat baiknya kurang dan pengawasannya juga minim, hal itu akan cenderung tidak efektif.

Menurut Komaidi, Jumat (18/6/2012), di Jakarta, jika semua pengguna mobil dinas mematuhi aturan itu, maka penghematan dari mobil dinas yang jumlahnya sekitar 80.000 unit hanya sekitar 100.000 kiloliter dalam satu tahun anggaran. Jadi, dalam satu semester, potensi penghematannya hanya sekitar 50.000 kiloliter.

 "Dalam konteks anggarannya pun, masih ada yang dipertanyakan. Dana operasional pertamax sebagai konversi premium tersebut dikeluarkan dari APBN atau ditanggung pemegang mobil dinas. Jika ditanggung oleh negara, dalam hal ini APBN/APBD, maka praktis tidak ada yang dihemat. Jadi, ini lebih tepat disampaikan sebagai teladan atau contoh, bukan sebagai instrumen untuk penghematan," kata dia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2012 tentang pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi. Dalam aturan itu disebutkan, pemerintah memberlakukan pelarangan pemakaian BBM bersubsidi jenis bensin dengan angka oktan 88 bagi mobil dinas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi mulai 1 Juni 2012.

Selanjutnya kebijakan itu akan diberlakukan untuk mobil dinas di wilayah Jawa dan Bali mulai 1 Agustus nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau