Usai Serang Korbannya, Penjambret Tewas Dihajar Massa

Kompas.com - 10/06/2012, 10:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu dari dua pelaku penjambret tas tewas setelah dikejar, ditangkap, dan dipukuli massa, Sabtu (9/6/2012) malam.

Peristiwa itu terjadi setelah penjambret menyiram saus sambal dan membacok korbannya, Kasminah (43), di Pasar Bersih, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 21.30.

Informasi dari aparat Polda Metro Jaya pada Minggu (10/6/2012) ini, pada saat kejadian, Kasminah membonceng sepeda motor yang dikendarai Sarimo. Tiba-tiba motor yang dikendarai keduanya dipepet dua orang yang juga menggunakan sepeda motor.

Karena dipepet dan khawatir tabrakan, Sarimo memperlambat laju motornya. Tanpa diduga, pembonceng motor tadi menyiramkan saus sambal ke Sarimo dan Kasminah. Karena terkejut, Sarimo menghentikan laju motornya.

Saat itulah, pelaku turun dan mengambil tas ransel hitam yang dipegang Kasminah. Korban pun secara refleks mempertahankan tas ranselnya.

Pelaku mengeluarkan golok dan membacok tangan Kasminah. Golok itu mengenai telapak tangan dan jari telunjuk korban sehingga melepaskan tasnya.

Kedua pelaku yang sudah mendapat tas korban berupaya kabur. Namun, korban yang berteriak-teriak minta tolong membuat orang banyak tahu bahwa telah terjadi perampokan. Orang-orang pun mengejar pelaku.

Seorang pelaku berhasil kabur dengan motornya, sedangkan yang membacok dan merampas tas korban gagal kabur karena ditinggal. Pelaku yang kemudian diketahui bernama Hartono (42) ditangkap dan dihajar hingga tewas.

Dari KTP, Hartono diketahui sebagai warga Kecamatan Karang Kancar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau