Ingin Lepas dari Rokok? Santap Buah dan Sayur!

Kompas.com - 10/06/2012, 10:27 WIB

KOMPAS.com — Bagi Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, ada cara mudah dan murah yang dapat dicoba. Mulai saat ini, rutinlah mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup banyak. Penelitian mengindikasikan, tingkat keberhasilan para perokok untuk sembuh dari kecanduan bisa meningkat tiga kali lipat apabila rutin memakan buah-buahan dan sayuran.

Para ilmuwan bidang Kesehatan Masyarakat dari Universitas Bufallo, New York, AS, menemukan bahwa faktor nutrisi dan diet yang baik dapat membantu para perokok lebih cepat sembuh dan mampu bertahan lebih lama dari godaan untuk merokok. 

"Penelitian lain melakukan pendekatan dengan cara observasi terpisah dengan mengamati diet para perokok dan nonperokok. Kami tahu dari riset kami sebelumnya bahwa orang yang berhenti merokok selama kurang dari enam bulan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran ketimbang mereka yang masih merokok. Apa yang kita tidak tahu adalah apakah berhenti merokok berpengaruh pada meningkatnya konsumsi buah dan sayuran, atau apakah perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran lebih mungkin untuk berhenti merokok," kata Garry Giovino, Direktur Department of Community Health and Health Behavior Universitas Bufallo.

Dalam kajiannya, peneliti melakukan survei telepon nasional dari 1.000 perokok berusia 25 tahun dan usia lebih tua. Para peserta survei dihubungi lagi setelah 14 bulan kemudian, untuk mengetahui berapa banyak mereka telah merokok dalam satu bulan terakhir.

Hasilnya menunjukkan, perokok yang paling banyak makan buah dan sayuran tiga kali lebih besar peluangnya untuk tidak merokok selama sedikitnya 30 hari ketimbang mereka yang mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah sedikit. Menurut peneliti, hasil temuan tetap sama bahkan setelah memperhitungkan usia perokok, jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, pendapatan, dan motivasi untuk menjadi sehat.

Penelitian ini juga mengindikasikan, perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran cenderung lebih sedikit merokok dan ketergantungan terhadap nikotin berkurang.

"Kami mungkin telah mengidentifikasi sebuah alat baru yang dapat membantu orang berhenti merokok," kata peneliti, Jeffrey Haibach, seorang asisten peneliti. "Memang, ini hanya sebuah studi observasional, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayur dapat memfasilitasi seseorang untuk berhenti merokok," katanya.

Para peneliti mencatat bahwa buah dan sayuran memperburuk rasa rokok, dan ini bisa membantu menjelaskan mengapa mereka (perokok) dapat berhenti merokok.

"Temuan ini juga memungkinkan bahwa buah dan sayuran memberikan perasaan kenyang sehingga membuat perokok tidak nafsu untuk merokok," kata Haibach yang memublikasikan risetnya dalam Journal Nicotine and Tobacco Research.

Meski demikian, peneliti mengakui perlu riset lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan mereka dan menentukan dengan tepat bagaimana buah dan sayur dapat membantu para perokok menghentikan kebiasaannya. Selain itu, perlu juga diselidiki apakah ada faktor makanan lain yang terlibat dalam keberhasilan untuk berhenti merokok.

"Ada kemungkinan bahwa perbaikan diet bisa menjadi hal penting untuk dimasukkan dalam daftar langkah-langkah untuk membantu seseorang berhenti merokok," kata Haibach. "Kami tentu perlu melanjutkan upaya untuk mendorong orang agar mau berhenti merokok, termasuk lewat pendekatan yang telah terbukti, seperti kenaikan pajak tembakau, sanksi, dan kampanye media," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau