Suporter

Kegembiraan di Zona Para Penggila Bola

Kompas.com - 11/06/2012, 05:08 WIB

Seperti slogan yang dikampanyekan, Fun Welcomes Fans, zona suporter atau fan zone menjadi zona penuh kegembiraan. Terlepas dari hasil laga tim dukungan mereka, para suporter tetap bergembira.

Suasana ceria penuh tawa seperti itu bisa dilihat dalam zona suporter kota Warsawa. Kawasan yang dijadikan zona khusus para penggila sepak bola itu berada di kompleks Palace of Culture dan Science.

Jumat malam pekan lalu waktu lokal, setelah tim Polandia gagal memetik poin penuh karena ditahan Yunani 1-1, muda-mudi di zona suporter itu tetap berjoget ria. Mereka mengikuti dentuman musik di panggung utama.

Gelas-gelas plastik bekas minuman bir berserakan di mana- mana. Menjelang tengah malam, pertunjukan musik terus berlangsung. Tawa ria tak kunjung usai.

Zona suporter kota Warsawa telah dibuka sejak Kamis (7/6) atau sehari sebelum laga pembuka Piala Eropa 2012. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk datang dan menikmati sajian musik di kawasan itu. Mereka hanya mengeluarkan biaya jika ingin makan-minum di stan- stan yang disediakan panitia.

”Kami tidak ingin melewatkan momentum penting ini, yakni saat Polandia menjadi tuan rumah Piala Eropa. Kami punya harapan tinggi kepada timnas kami, yakni bisa ke semifinal. Namun, jika harapan itu tak tercapai, kami tetap ingin gembira,” kata Jacek, warga setempat kepada wartawan Kompas MH Samsul Hadi. Jacek datang ke zona itu bersama temannya.

Jumat siang, sekitar tujuh jam sebelum upacara pembukaan Piala Eropa 2012, warga sudah memadati kawasan zona suporter itu. Sengatan panas matahari bukan penghalang.

Kebanyakan suporter memakai kostum dan atribut putih- merah, warna kostum tim Polandia. ”Polska! Polska! Polska! Polandia pasti menang!” teriakan suporter Polandia dalam bahasa setempat itu terdengar di mana-mana, termasuk di jalan, taman, atau restoran terdekat.

Di sela-sela mayoritas suporter Polandia, sesekali terlihat kumpulan empat atau lima suporter Yunani, yang bakal menjadi saingan mereka di tribune dalam memekikkan teriakan- teriakan pemberi semangat. Namun, tidak ada cemoohan, tidak ada umpatan.

Mereka, kedua kubu pendukung tersebut, kadang saling sapa, antara lain dengan isyarat lambaian tangan. Di sekitar pintu masuk zona suporter, dekat Stasiun Pusat Warsawa, suporter Polandia dan Yunani juga saling foto satu sama lain.

Semua bergembira. Sepak bola telah menyatukan mereka, bukan malah membuat mereka bersitegang. Piala Eropa 2012 juga mendekatkan warga Polandia di perantauan. Para perantau itu kembali ke Tanah Air untuk menjadi saksi momentum bersejarah bagi negeri mereka.

Marciu Stojwas, warga Polandia yang bekerja pada bidang perhotelan di London, misalnya, terbang mudik khusus untuk menyaksikan upacara pembukaan dan laga pembuka di Stadion Nasional di Warsawa.

”Ini momentum penting bagi Polandia khususnya dan Eropa umumnya. Di tengah kesulitan masalah ekonomi yang sedang melanda Eropa, terutama di Yunani, ajang ini bisa menjadi hiburan dan mendatangkan kegembiraan bagi kami semua,” kata Stojwas.

Krisis tak tampak

Di Polandia, seperti terlihat dalam kehidupan sehari-hari di kota Warsawa dan Gdansk, krisis ekonomi Eropa tidak terlalu tampak. Satu-dua pengemis atau gelandang memang terlihat menggelandang di sejumlah trotoar kota Warsawa.

Rabu pekan lalu, misalnya, di salah satu restoran waralaba di Gdansk juga ada peminta-minta yang memohon krpada para pengunjung agar diberi uang untuk membeli makanan. Namun, di luar satu dua kilas pemandangan itu, keseluruhan kehidupan terlihat normal di negeri Eropa Timur tersebut.

Bahkan, kalaupun ada kesulitan akibat krisis ekonomi Eropa, ajang Piala Eropa hingga tiga pekan ke depan tampaknya bakal membuat warga setempat melupakan sejenak kesulitan yang menimpa negara, sektor industri, bisnis, dan kehidupan mereka. Tua-muda, laki-laki perempuan, orang dewasa, dan anak-anak merasakan kegembiraan di zona suporter.

Mereka menari-nari, berjoget, mengayunkan dua tangan ke atas, dan bersenda gurau sambil tak pernah lupa menikmati minuman bir dalam gelas plastik. Mereka menikmati pertunjukan musik live show di panggung hingga tengah malam. Fun welcomes fans!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau