Seperti slogan yang dikampanyekan, Fun Welcomes Fans
Suasana ceria penuh tawa seperti itu bisa dilihat dalam zona suporter kota Warsawa. Kawasan yang dijadikan zona khusus para penggila sepak bola itu berada di kompleks Palace of Culture dan Science.
Jumat malam pekan lalu waktu lokal, setelah tim Polandia gagal memetik poin penuh karena ditahan Yunani 1-1, muda-mudi di zona suporter itu tetap berjoget ria. Mereka mengikuti dentuman musik di panggung utama.
Gelas-gelas plastik bekas minuman bir berserakan di mana- mana. Menjelang tengah malam, pertunjukan musik terus berlangsung. Tawa ria tak kunjung usai.
Zona suporter kota Warsawa telah dibuka sejak Kamis (7/6) atau sehari sebelum laga pembuka Piala Eropa 2012. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk datang dan menikmati sajian musik di kawasan itu. Mereka hanya mengeluarkan biaya jika ingin makan-minum di stan- stan yang disediakan panitia.
”Kami tidak ingin melewatkan momentum penting ini, yakni saat Polandia menjadi tuan rumah Piala Eropa. Kami punya harapan tinggi kepada timnas kami, yakni bisa ke semifinal. Namun, jika harapan itu tak tercapai, kami tetap ingin gembira,” kata Jacek, warga setempat kepada wartawan Kompas
Jumat siang, sekitar tujuh jam sebelum upacara pembukaan Piala Eropa 2012, warga sudah memadati kawasan zona suporter itu. Sengatan panas matahari bukan penghalang.
Kebanyakan suporter memakai kostum dan atribut putih- merah, warna kostum tim Polandia. ”Polska! Polska! Polska! Polandia pasti menang!” teriakan suporter Polandia dalam bahasa setempat itu terdengar di mana-mana, termasuk di jalan, taman, atau restoran terdekat.
Di sela-sela mayoritas suporter Polandia, sesekali terlihat kumpulan empat atau lima suporter Yunani, yang bakal menjadi saingan mereka di tribune dalam memekikkan teriakan- teriakan pemberi semangat. Namun, tidak ada cemoohan, tidak ada umpatan.
Mereka, kedua kubu pendukung tersebut, kadang saling sapa, antara lain dengan isyarat lambaian tangan. Di sekitar pintu masuk zona suporter, dekat Stasiun Pusat Warsawa, suporter Polandia dan Yunani juga saling foto satu sama lain.
Semua bergembira. Sepak bola telah menyatukan mereka, bukan malah membuat mereka bersitegang. Piala Eropa 2012 juga mendekatkan warga Polandia di perantauan. Para perantau itu kembali ke Tanah Air untuk menjadi saksi momentum bersejarah bagi negeri mereka.
Marciu Stojwas, warga Polandia yang bekerja pada bidang perhotelan di London, misalnya, terbang mudik khusus untuk menyaksikan upacara pembukaan dan laga pembuka di Stadion Nasional di Warsawa.
”Ini momentum penting bagi Polandia khususnya dan Eropa umumnya. Di tengah kesulitan masalah ekonomi yang sedang melanda Eropa, terutama di Yunani, ajang ini bisa menjadi hiburan dan mendatangkan kegembiraan bagi kami semua,” kata Stojwas.
Di Polandia, seperti terlihat dalam kehidupan sehari-hari di kota Warsawa dan Gdansk, krisis ekonomi Eropa tidak terlalu tampak. Satu-dua pengemis atau gelandang memang terlihat menggelandang di sejumlah trotoar kota Warsawa.
Rabu pekan lalu, misalnya, di salah satu restoran waralaba di Gdansk juga ada peminta-minta yang memohon krpada para pengunjung agar diberi uang untuk membeli makanan. Namun, di luar satu dua kilas pemandangan itu, keseluruhan kehidupan terlihat normal di negeri Eropa Timur tersebut.
Bahkan, kalaupun ada kesulitan akibat krisis ekonomi Eropa, ajang Piala Eropa hingga tiga pekan ke depan tampaknya bakal membuat warga setempat melupakan sejenak kesulitan yang menimpa negara, sektor industri, bisnis, dan kehidupan mereka. Tua-muda, laki-laki perempuan, orang dewasa, dan anak-anak merasakan kegembiraan di zona suporter.
Mereka menari-nari, berjoget, mengayunkan dua tangan ke atas, dan bersenda gurau sambil tak pernah lupa menikmati minuman bir dalam gelas plastik. Mereka menikmati pertunjukan musik live show di panggung hingga tengah malam. Fun welcomes fans!