JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Hendardji Soepandji, mengungkapkan, warga Jakarta yang tinggal di daerah kumuh dan miskin (Kumis) harus mendapatkan akses kesejahteraan. Hal tersebut juga harus diakomodasi oleh pemerintah provinsi terkait.
"Jangankan bantuan, mengakses fasilitas kesehatan gratis saja mereka sulit. Pemprov seharusnya membuka akses semudah mungkin, bukan mempersulit," ujar Hendardji saat berkunjung ke warga RT 14 RW 04, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Minggu (10/6/2012).
Seperti kondisi rumah yang dihuni Mudzalipah, salah seorang warga setempat yang ia kunjungi. Di dalam rumah hanya berukuran 2 x 5 meter, terdapat lima kepala keluarga dengan 26 jiwa. Kepada Hendardji, Mudzalipah mengaku tak memiliki kartu Gakin, SKTM ataupun Jamkesmas, padahal dirinya dan suami memiliki KTP dan kartu keluarga.
"Raskin juga enggak dapet. Pernah dapat bantuan susu sekali dari kelurahan, tetapi susunya enggak cocok buat anak saya," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, pria yang berpasangan dengan tokoh pemuda, Ahmad Riza Patria, dan bernomor urut dua ini turut menggelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis ini diadakannya di tiga tempat sekaligus, yaitu Posyandu RW 04 Kelurahan Gunung Sahari Utara, RW 04 Kelurahan Mangga Dua Selatan, dan RW 05 Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat.
Pria yang akrab disapa Bang Adji ini mengatakan, pengobatan gratis keliling tersebut merupakan langkah awal dirinya untuk menyehatkan masyarakat. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini tak tersentuh oleh program kesehatan pemerintah.
"Selama kunjungan, saya ke 267 kelurahan, selalu saja saya temui warga miskin yang kesulitan memperoleh kesehatan dan pendidikan gratis. Saya akan mengalokasikan 10 persen anggaran kesehatan jika terpilih," tutur Hendardji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang