Jakarta 1

Hendardji: Warga Kumis Harus Dapat Akses

Kompas.com - 11/06/2012, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Hendardji Soepandji, mengungkapkan, warga Jakarta yang tinggal di daerah kumuh dan miskin (Kumis) harus mendapatkan akses kesejahteraan. Hal tersebut juga harus diakomodasi oleh pemerintah provinsi terkait.

"Jangankan bantuan, mengakses fasilitas kesehatan gratis saja mereka sulit. Pemprov seharusnya membuka akses semudah mungkin, bukan mempersulit," ujar Hendardji saat berkunjung ke warga RT 14 RW 04, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Minggu (10/6/2012).

Seperti kondisi rumah yang dihuni Mudzalipah, salah seorang warga setempat yang ia kunjungi. Di dalam rumah hanya berukuran 2 x 5 meter, terdapat lima kepala keluarga dengan 26 jiwa. Kepada Hendardji, Mudzalipah mengaku tak memiliki kartu Gakin, SKTM ataupun Jamkesmas, padahal dirinya dan suami memiliki KTP dan kartu keluarga.

"Raskin juga enggak dapet. Pernah dapat bantuan susu sekali dari kelurahan, tetapi susunya enggak cocok buat anak saya," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, pria yang berpasangan dengan tokoh pemuda, Ahmad Riza Patria, dan bernomor urut dua ini turut menggelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis ini diadakannya di tiga tempat sekaligus, yaitu Posyandu RW 04 Kelurahan Gunung Sahari Utara, RW 04 Kelurahan Mangga Dua Selatan, dan RW 05 Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat.

Pria yang akrab disapa Bang Adji ini mengatakan, pengobatan gratis keliling tersebut merupakan langkah awal dirinya untuk menyehatkan masyarakat. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini tak tersentuh oleh program kesehatan pemerintah.

"Selama kunjungan, saya ke 267 kelurahan, selalu saja saya temui warga miskin yang kesulitan memperoleh kesehatan dan pendidikan gratis. Saya akan mengalokasikan 10 persen anggaran kesehatan jika terpilih," tutur Hendardji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau