JAKARTA, KOMPAS.com — Tim sukses Alex Noerdin-Nono Sampono menduga adanya keganjilan dalam proses penetapan daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta (KPU Provinsi DKI Jakarta). Pasalnya, jumlah DPT sempat berubah saat rapat pleno yang dihadiri seluruh tim sukses.
Hal ini diungkapkan tim sukses Alex-Nono dari Partai Golkar, Fatahillah Ramli. "Perubahan jumlah pemilih ini terjadi pada last minute. Padahal sudah mau ditetapkan," kata Fatah.
Fatah mengungkapkan, pada pleno pertama yang dibuka pukul 15.20 pada tanggal 2 Juni 2012 lalu, angka dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang sudah terkoreksi dan akan segera disahkan berjumlah 6.982.179 orang. Namun, 6,5 jam kemudian, jumlah itu bertambah menjadi 6.983.692 dan akhirnya disahkan dalam DPT.
Dalam 6,5 jam itu, data DPT bertambah 1.513 orang. "Perubahan cepat dalam waktu 6,5 jam ini menunjukkan kalau artinya angka ini terus berkembang, dan ini akan terus berubah sepanjang kami bisa temukan ada angka yang salah. Sekarang kami sedang kumpulkan bukti-bukti," papar Fatah.
Kisruh soal DPT ini berawal dari rapat pleno KPU DKI Jakarta yang mengumumkan DPT pada tanggal 2 Juni 2012 yakni 6.983.692 orang dengan jumlah TPS 15.059 yang tersebar di enam wilayah di Jakarta. Dari enam tim sukses, hanya tim pasangan Foke-Nara yang menyetujui penetapan DPT tersebut, sementara lima lainnya menyatakan menolak.
Penolakan tersebut terjadi karena tim sukses Jokowi-Ahok dan Hidayat-Didik menemukan sejumlah daftar pemilih yang berpotensi ganda. Tim Hidayat menemukan 44.696 orang, sementara tim Jokowi-Ahok menemukan sekitar 175.000 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang