Enam Jam Sebelum Disahkan, Data DPT Berubah

Kompas.com - 11/06/2012, 13:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim sukses Alex Noerdin-Nono Sampono menduga adanya keganjilan dalam proses penetapan daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta (KPU Provinsi DKI Jakarta). Pasalnya, jumlah DPT sempat berubah saat rapat pleno yang dihadiri seluruh tim sukses.

Hal ini diungkapkan tim sukses Alex-Nono dari Partai Golkar, Fatahillah Ramli. "Perubahan jumlah pemilih ini terjadi pada last minute. Padahal sudah mau ditetapkan," kata Fatah.

Fatah mengungkapkan, pada pleno pertama yang dibuka pukul 15.20 pada tanggal 2 Juni 2012 lalu, angka dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang sudah terkoreksi dan akan segera disahkan berjumlah 6.982.179 orang. Namun, 6,5 jam kemudian, jumlah itu bertambah menjadi 6.983.692 dan akhirnya disahkan dalam DPT.

Dalam 6,5 jam itu, data DPT bertambah 1.513 orang. "Perubahan cepat dalam waktu 6,5 jam ini menunjukkan kalau artinya angka ini terus berkembang, dan ini akan terus berubah sepanjang kami bisa temukan ada angka yang salah. Sekarang kami sedang kumpulkan bukti-bukti," papar Fatah.

Kisruh soal DPT ini berawal dari rapat pleno KPU DKI Jakarta yang mengumumkan DPT pada tanggal 2 Juni 2012 yakni 6.983.692 orang dengan jumlah TPS 15.059 yang tersebar di enam wilayah di Jakarta. Dari enam tim sukses, hanya tim pasangan Foke-Nara yang menyetujui penetapan DPT tersebut, sementara lima lainnya menyatakan menolak.

Penolakan tersebut terjadi karena tim sukses Jokowi-Ahok dan Hidayat-Didik menemukan sejumlah daftar pemilih yang berpotensi ganda. Tim Hidayat menemukan 44.696 orang, sementara tim Jokowi-Ahok menemukan sekitar 175.000 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau