KOMPAS.com - Tuan rumah Ukraina dan Swedia, dua tim yang akan berduel pada laga Grup D di Kiev, Ukraina, Selasa (12/6/2012) dini hari WIB, memiliki kekuatan seimbang. Dari rekam jejak kedua tim, Swedia dan Ukraina pernah bertemu pada 2008 dengan kemenangan 1-0 diraih oleh Swedia.
Pertemuan berikutnya terjadi pada 2009 di sebuah turnamen persahabatan. Ketika itu, giliran Ukraina mengungguli Swedia dalam laga yang harus diakhiri dengan adu penalti, yang berkesudahan 5-4. Swedia lagi-lagi berjaya dalam partai persahabatan pada 2011 setelah unggul tipis 1-0.
Susul-menyusul kemenangan itu secara lebih spesifik bisa direpresentasikan dengan persaingan individu antara kiper Swedia, Andreas Isaksson, dan penyerang senior Ukraina, Andriy Shevchenko.
Lepas dari hasil pertandingan sebelumnya, dua pemain itu bakal berjuang mati-matian dalam laga penyisihan Grup D ketika perhatian dunia tertuju pada Piala Eropa 2012.
Isaksson, kiper berusia 30 tahun itu, berjasa membela Swedia yang hingga saat ini masih unggul tipis dalam head to head atas Ukraina. Kecakapan Isaksson merupakan hasil gemblengan laga internasional yang sudah diikutinya sejak satu dasawarsa lalu.
Dari lutut hingga bahu
Isaksson mengecap pengalaman dalam tiga kejuaraan bergengsi antarnegara, yakni Piala Eropa 2004, Piala Dunia 2006, dan Piala Eropa 2008. Klub-klub yang pernah dibela Isaksson pun termasuk tim elite, antara lain Juventus, Manchester City, dan saat ini PSV Eindhoven.
Sayangnya, laju karier Isaksson sedikit terhambat karena deraan cedera berkali-kali. Seusai Piala Dunia 2006, misalnya, Isaksson menderita cedera lutut dan pergelangan kaki. Pada 2007, ibu jarinya retak. Terakhir, ia mengalami cedera bahu saat berhadapan dengan Valencia, Maret 2012.
Meski demikian, berkali-kali itu pula Isaksson menaklukkan cederanya. Hingga pada akhir Mei lalu Isaksson dinyatakan siap tampil di Piala Eropa 2012.
Sejauh ini, Isaksson mengungkapkan tak ada persoalan dengan cedera dan menyatakan optimismenya. Ketika ditanya apakah Swedia akan mampu mengukir prestasi pada Piala Eropa, Isaksson menjawab, bisa saja.
Negara Skandinavia itu membukukan hasil cukup baik di kualifikasi. Dalam lima pertandingan terakhir kualifikasi Piala Eropa 2012, misalnya, Swedia hanya kalah satu kali saat melawan Hongaria dengan skor tipis, 2-1.
Prestasi terbaik Isaksson, seperti yang diakuinya, adalah Piala Dunia 2006 di Jerman. ”Kejuaraan di Jerman luar biasa. Saya paling ingat sewaktu kami menang melawan Paraguay pada menit-menit terakhir. Sungguh menyenangkan,” katanya. Saat itu, Swedia menang dengan gol tunggal pada menit ke-89.
”Kalau sejauh apa kami bisa melangkah, belum tahu. Hanya saja, Swedia punya tim bagus. Kami optimistis bisa mengatasi permainan lawan-lawan Swedia,” katanya. Gurauan pelatih Swedia Erik Hamren menenangkan keyakinan kiper yang berpembawaan kalem itu. ”Jangan takut dengan Ukraina. Stadion akan penuh warna kuning-biru (karena itu pula warna kaus tim Ukraina). Anggap saja mereka semua pendukung Swedia,” tuturnya berseloroh.
Sementara Shevchenko sudah lebih dulu dikenal publik sepak bola. Pemain berusia 35 tahun itu sudah bersinar sejak pengujung dasawarsa 1990-an saat membela Dynamo Kiev. Serupa dengan Isaksson, bintang Shevchenko sempat meredup sejenak akibat beberapa kali cedera.
Rangkaian cedera Shevchenko dimulai pada musim 2002-2003. Pada musim 2006-2007 Shevchenko harus menjalani operasi hernia.
Lagi-lagi, karena cedera, Shevchenko masuk-keluar daftar pemain pada musim 2008-2009. Namun, bukan berarti kariernya jatuh. Shevchenko berupaya mengatasi hambatan itu sehingga tetap dapat bermain di klub-klub papan atas, seperti AC Milan, lalu sempat memudar saat di Chelsea, sebelum kembali ke Dynamo Kiev sejak tahun 2009.
Ia menjuarai Liga Champions bersama Milan pada 2003. Shevchenko juga meraih juara dalam sejumlah kompetisi di Italia, Inggris, dan Ukraina. Permainan gemilang Shevchenko juga membuatnya menerima penghargaan Ballon d’Or tahun 2004.
Tak heran, Shevchenko bakal menjadi pemain berbahaya dan layak diwaspadai Swedia. Untuk ukuran seorang atlet, Shevchenko sudah cukup berumur, tetapi masih sangat potensial menebar ancaman. Ia pun berjanji untuk menjadi inspirasi bagi tim.
”Saya tidak akan membantah fakta bahwa dalam pertandingan melawan Turki dan Austria aksi Ukraina masih jauh dari harapan,” ujarnya. Sebelumnya, Ukraina kalah dalam laga persahabatan dengan Turki dan Austria.
”Saya jamin, dalam laga melawan Swedia, khalayak sepak bola akan menyaksikan gaya Ukraina yang berbeda dibandingkan dengan permainan sebelumnya,” katanya. (BAY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang