Pilkada dki

Selasa, Petahana Harus Kantongi Izin Cuti

Kompas.com - 11/06/2012, 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta kembali mengingatkan kepada enam calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta agar segera memiliki izin cuti paling lambat Selasa (12/6/2012) mendatang. Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, mengatakan bahwa untuk dapat mengikuti kampanye yang masuk dalam rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012, para calon harus menggunakan hak cutinya.

"Kalau mau ikut kampanye, harus cuti. Tidak masalah kalau tak mengambil cuti. Asalkan tak mengikuti kampanye," kata Ramdansyah, di Jakarta, Senin (11/6/2012).

Ia mengungkapkan bahwa saat masa kampanye mulai berlangsung pada Senin (24/6/2012) nanti, petahana yang tidak mengambil cuti tidak diperbolehkan untuk melakukan kampanye. Bahkan untuk pergi ke tempat kampanye yang sudah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta pun tak diperbolehkan. "Pada jadwal kampanye, dia tak boleh pergi ke tempat kampanye kalau tidak cuti," tegas Ramdansyah.

Sesuai aturan, para petahana sudah harus mengantongi izin cuti 12 hari sebelum memasuki masa kampanye. Dengan demikian, izin cuti tersebut harus sudah keluar pada Selasa (12/6/2012).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, juga dinyatakan bahwa dalam berkampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Untuk itu, para petahana harus mengambil cuti. "Artinya, kalau dia menggunakan cuti, semua fasilitas negara tak boleh digunakan. Jadi harusnya memang cuti," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau