Snmptn

Kursi di Unpad Paling Banyak Tersedia

Kompas.com - 12/06/2012, 11:18 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Dari empat perguruan tinggi negeri di Bandung yang hari ini diburu oleh peserta ujian saringan nasional masuk perguruan tinggi negeri, Universitas Padjadjaran menawarkam bangku kuliah paling banyak. Namun, bila dijumlahkan dengan jalur undangan, Universitas Pendidikan Indonesia menawarkan bangku kuliah paling banyak.

Demikian terungkap dalam jumpa pers pelaksanaan SNMPTN yang berlangsung di sekretariat panitia lokal Bandung, Selasa (12/6/2012). Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Rektor UPI Sunaryo Kartadinata, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Kadarsyah Suryadi, serta Irjen Kemendikbud Haryono Umar.

Unpad memiliki 3.410 bangku kuliah yang ditawarkan dalam tes tertulis, diikuti UPI dengan 2.434 kursi, ITB 1.492 kursi, dan UIN 400 kursi. Bila termasuk dengan jalur undangan maupun jalur mandiri, UPI menempati peringkat pertama dengan 6.438 kursi, Unpad 6.415 kursi, UIN 4.120, dan ITB 3.410 kursi.

"UPI paling banyak menyerap mahasiswa melalui program Bidik Misi. Dari jatah 600, sudah terisi 590 orang sebelum ujian tulis dimulai sehingga kami bakal membutuhkan tambahan lagi," kata Sunaryo.

Ujian tulis SNMPTN di Bandung diikuti oleh 40.253 peserta yang akan mengerjakan ujian di 2.000 ruang di 202 lokasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau