Spirit Italia Hidup Kembali

Kompas.com - 12/06/2012, 15:16 WIB

RAKOW, KOMPAS.com - Italia mematahkan prediksi jutaan pengamat sepak bola dalam laga perdana mereka di Piala Eropa 2012 dengan menahan seri Spanyol, sang jawara Piala Eropa 2008. Itu membuat spirit Italia hidup kembali. Kini, tim ”Azzurri” kembali menjadi tim yang diperhitungkan.

Dalam laga perdana di Grup C Piala Eropa 2012 antara Italia dan Spanyol yang berlangsung di PGE Arena, Gdansk, Minggu (10/6) malam waktu Polandia, ujung tombak kawakan Italia, Antonio Di Natale (34), mampu menjadi pencetak gol pertama pertandingan tersebut.

Di Natale, yang merupakan ujung tombak Udinese, yang memperkuat tim nasional Italia sejak tahun 2002 itu masuk untuk menggantikan Mario Balotelli yang tampil buruk.

Tentu dengan hasil 1-1, setelah Cesc Fabregas juga mampu membobol gawang Italia yang dikawal Gianluigi Buffon, membuat tim yang dikenal dengan pertahanan gerendelnya itu mampu mematahkan prediksi jutaan pengamat sepak bola.

Sebelum hasil seri itu, Italia disudutkan oleh media nasionalnya sendiri akibat persiapan mereka yang buruk. Sebab, dalam laga uji coba terakhir jelang ke Polandia-Ukraina, pasukan Cesare Prandelli tunduk 0-3 saat menghadapi Rusia.

Itu sebabnya Italia, yang memiliki sejarah panjang, baik di Piala Dunia maupun di Piala Eropa, sempat dipandang sebelah mata. Apalagi saat penyusunan pemain tim nasionalnya masih dalam proses, kompetisi lokal Italia sempat kembali diguncang masalah pengaturan skor.

Namun dengan terciptanya gol Di Natale, setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Andrea Pirlo, semua cibiran dan kerutan kening berubah.

Hal tersebut terlihat jelas ketika Gazzetta dello Sport, salah satu tabloid olahraga terkemuka di Italia, langsung memberikan pujian.

Gazzetta dello Sport memasang judul berita utama untuk edisi Senin (11/6) dengan judul, Seperti Itulah yang Kami Inginkan, Indahnya Permainan Tim Italia.

Tentu dengan gol tersebut, Di Natale akan mendapat tempat utama dalam tim Piala Eropa Italia saat menghadapi Kroasia di Poznan hari Kamis (14/6).

”Ini merupakan gol terbaik saya selama memperkuat tim nasional Italia,” tutur Di Natale kepada wartawan seusai pertarungan yang memberikan satu poin bagi Italia di Grup C.

”Akhirnya saya mampu menghilangkan bayang-bayang kesialan di bawah bantal. Seperti apa yang telah saya alami empat tahun lalu ketika gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Spanyol,” tutur Di Natale.

Memang tidak terlalu banyak perubahan. Sebab, penjaga gawang Spanyol empat tahun lalu, saat tim ”Matador” menjadi juara Eropa 2008, juga Iker Casillas.

Empat tahun lalu, tim ”Azzurri” harus pulang kandang lebih awal karena gagal pada babak perempat final. Saat itu mereka ditangani Roberto Donadoni.

Tim ”Azzurri” pulang kampung karena kalah dalam adu penalti lawan Spanyol. Sebab, usai babak tambahan, skor kedua tim masih 0-0. Di Natale menjadi salah satu eksekutor yang dipercaya Donadoni kala itu.

Yakin Sejak Awal
Prandelli, yang dipercaya menangani tim ”Azzurri” untuk Piala Eropa 2012, mengakui kalau dirinya sudah memiliki keyakinan akan memperoleh hasil yang baik dalam laga pertama tim ”Azzurri” di Gdansk.

”Saya memiliki perasaan yang sangat menyenangkan sebelum pertandingan menghadapi mereka. Tentu ini semua karena saya yakin kami memiliki latihan dan persiapan terbaik untuk menghadapi pertandingan tersebut,” kata Prandelli yang terakhir menangani Fiorentina sebelum dipercaya menjadi arsitek tim nasional Italia.

Itu sebabnya, kata Prandelli, tekanan dari berbagai pihak tidak menjadi persoalan bagi kami. ”Karena justru dengan tekanan yang ada akan membuat kami dapat tampil dengan kemampuan seratus persen dari apa yang kami miliki,” kata Prandelli yang berasal dari kota Orzinuovi.

Daniele de Rossi yang dipercaya menjadi pengawal di lapangan tengah Italia pun juga menegaskan kalau dirinya sudah percaya akan memperoleh hasil yang baik sejak ditunjuk Prandelli menjadi titik pertahanan terakhir tim ”Azzurri”.

Sekalipun, kata pemain AS Roma tersebut, ”Kami percaya, kami tak mampu mengubah pandangan terhadap kami selama pertandingan masih berlangsung.”

Yang pasti, kata De Rossi, ”Kami juga belum bisa berpuas diri begitu saja karena pertandingan berat lainnya sudah akan menyusul di depan.”

Tim Italia segera hijrah ke Poznan dari Gdansk. Mereka dijadwalkan menghadapi Kroasia di kota itu hari Kamis lusa. Di kota itu pula Irlandia menjadi lawan terakhir Italia di Grup C. (REUTERS/AP/NIC)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau