Partai demokrat

Ketika Gambar Anas Tak Terlihat

Kompas.com - 13/06/2012, 02:09 WIB

Beberapa hari belakangan, atribut Partai Demokrat tampak menghiasi beberapa sudut Kota Jakarta. Bendera dan spanduk warna biru berlambang Partai Demokrat, antara lain, terlihat di sekitar Hotel Grand Sahid di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, hingga belakang kompleks parlemen.

Pemasangan atribut itu terkait silaturahim para tokoh dan deklarator partai itu. Acara yang digagas Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD) ini digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (13/6) ini.

Layaknya spanduk partai, selain memuat tema atau acara, juga menampilkan identitas dan pengurus partai. Ini juga terlihat dalam spanduk acara FKPD-PD yang juga memasang foto wajah Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pembina utama FKPD-PD dan Ventje Rumangkang selaku Ketua Umum FKPD-PD.

Namun, di berbagai spanduk dan baliho acara itu, Kompas tidak menemukan gambar Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Padahal, di spanduk atau baliho Partai Demokrat sebelumnya, hampir selalu memuat gambar Yudhoyono, Anas, bahkan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Gambar ketua umum selama ini biasa terlihat dalam spanduk atau atribut partai. Perihal tidak ada gambar Anas dalam berbagai spanduk dan baliho itu, Ventje menuturkan, ”Anas bukan pendiri atau deklarator Partai Demokrat.” Meski demikian, kata Ventje, Anas bersama pengurus dan anggota Fraksi Partai Demokrat tetap diundang.

Pada 8 Mei 2012, Ventje pernah minta kader Partai Demokrat yang bermasalah dan menurunkan citra partai untuk mundur (Kompas, 9/5). Apakah imbauan serupa disampaikan dalam pertemuan itu? ”Saya belum memikirkan,” kata Ventje

Namun, ia mengakui, ada kegelisahan di kalangan deklarator dan pendiri Partai Demokrat terkait sejumlah kasus yang menimpa kader partai itu.

Hayono Isman, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, menyatakan, ”Saya percaya, sebagai pendiri partai, mereka punya niat baik, yaitu bagaimana mengatasi masalah tanpa melahirkan masalah.”

Saan Mustopa, Wakil Sekjen Partai Demokrat, tidak mempermasalahkan pertemuan FKPD-PD. ”Kalau acara digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dimuat foto Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, ketua umum, dan sekjen. Namun, besok (hari ini) acara digelar FKPD-PD, bukan DPP,” kata Saan. Jadi, gambar utama di Partai Demokrat memang Yudhoyono. Gambar Anas boleh tidak dipasang.... (NWO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau