Kartu Jamsostek Tak Bisa Dipakai, Buruh Demo

Kompas.com - 13/06/2012, 11:21 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com - Sekitar 1.200 buruh pabrik garmen DJ Busana Jaya di Kota Pasuruan menggelar aksi unjuk rasa menuntut mundur salah satu personalia yang diduga melakukan penyelewengan uang Jaminan Kesehatan Sosial (Jamsostek), Rabu (13/06/12).

Aksi unjuk rasa tersebut dipicu karena para buruh tidak dapat menggunakan kartu Jamsostek saat berobat. Mereka menduga pihak perusahaan belum membayarkan uang Jamsostek kendati gaji mereka tetap dipotong setiap bulannya.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar Jalan Panglima Sudirman, Pasuruan, itu berlangsung alot karena perwakilan perusahaan tidak ada yang berkenan menemui para pengunjuk rasa.

Wati, salah satu buruh yang mengikuti unjuk rasa, menuturkan sejak Heny menjabat di bagian personalia DJ Busana Jaya, banyak hak-hak buruh yang dikebiri, salah satunya tentang kesulitan berobat di klinik atau rumah sakit dengan kartu Jamsostek. 

"Padahal setiap bulannya kami sudah membayar. Tapi Jamsosteknya tak bisa digunakan," tutur Wati.

Selain keluhan soal Jamsostek, buruh juga mengeluhkan jam kerja yang sudah melewati batas. Mereka mengaku sering tidak diberbolehkan pulang jika masih menyisahkan pekerjaan.

"Harusnya kalau kelebihan jam kerja masuk jam lembur. Tapi ini tidak dihitung dan tidak dibayar," tambahnya.

Menanggapi keluhan ribuan buruh tersebut, sejumlah pegawai dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan akhirnya mendatangi lokasi unjuk rasa. Disnaker berjanji akan membantu untuk mempertemukan pihak perusahaan dengan perwakilan buruh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau