"Phone Sex" dan Hiperseksual

Kompas.com - 13/06/2012, 14:36 WIB

TANYA :

Dokter yang baik hati, saya berkenalan dengan seorang pria melalui teman kuliah saya. Dulu, pria ini juga satu kampus dengan saya, hanya saja kita beda fakultas dan jarang bertemu. Selama beberapa waktu, dia dekat dengan saya melalui telp dan chatting. Tapi saya heran pria ini selalu mengajak saya phone sex, bahkan di awal PDKT kami. Saya layani phone sex dia karena ingin tahu karakter laki-laki ini, karena saya sedang mencari pasangan hidup. Tapi saya semakin curiga karena dia sangat lihai seolah-olah dia pernah ML sungguhan.

Pertanyaan saya, apakah dia termasuk hipersex karena hampir setiap malam meminta saya melakukan phone sex? Apa karena dia mempunyai libido tinggi karena saya juga berlibido tinggi? Akan seperti apa hubungan rumah tangga kami seandainya dia mau serius dok? Apakah dia akan rentan berselingkuh mengingat dia sering kerja di luar kota? Terima kasih banyak atas jawabannya.

(Chici, 24, Bekasi)

JAWAB :


Saya pikir sulit, bahkan tidak mungkin, memastikan apakah seseorang hiperseksual atau tidak hanya karena senang melakukan telepon seks. Bagi saya istilah phone sex sendiri sebenarnya tidak jelas. Masalahnya, orang yang melakukan percakapan melalui telepon dengan topik sesuatu yang erotik sebenarnya tidak lebih dari percakapan biasa.

Bedanya tidak langsung berhadapan dengan lawan bicara. Bagi sebagian orang, keadaan ini dirasa lebih bebas sehingga apapun dapat disampaikan bahkan sampai terangsang, melakukan masturbasi, dan sampai orgasme. Apa yang disampaikan melalui phone sex juga tidak mencerminkan apa yang telah atau pernah dilakukan. Tetapi tujuannya sama, yaitu menimbulkan rangsangan seksual bahkan sampai orgasme.                            

Kita tidak dapat memprediksi perilaku atau kemampuan seksual seseorang hanya berdasarkan percakapan phone sex.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau