Hadirnya Buslane Ditakuti Para Sopir

Kompas.com - 13/06/2012, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengoperasian Sistem Transportasi Operasional Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) Buslane antara Terminal Poris Plawad ke Terminal Kalideres pada 20 Juni mendatang ternyata menuai protes dari para sopir yang melintasi trayek tersebut. Pasalnya, para sopir angkot yang bersinggungan dengan jalur bus tersebut nantinya merasa dirugikan.

"Belum hadirnya buslane saja kami sudah sering ditinggal penumpang, apalagi ada buslane nanti," kata salah satu sopir G 03 jurusan Kota Bumi, Tanggerang-Kalideres, Sembiring saat ditemui wartawan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (13/6/2012).

Meskipun harga buslane terpaut hingga 50 persen dari angkot biasa, dan sasarannya pemakai kendaraan pribadi, para sopir tetap merasa terancam. "Meski harga tiket buslane nantinya Rp 6.500, tiket buslane itu bisa dipakai buat transjakarta juga. Jadi, pasti penumpang memilih buslane," ujarnya.

Proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang bekerjasama dengan Perusahan Pengangkutan Djakarta (PPD) akan menyediakan 10 buslane. Nantinya, satu bus diperkirakan akan memuat 85 penumpang. Hari ini merupakan hari ke tiga disosialisasikannya bus lane ke warga dan sopir kendaraan umum. Sosialisasi ini bertujuan memberitahu kepada warga dan para sopir kendaraan umum bahwa pada tanggal 20 Juni mendatang ada trayek baru.

Trayek buslane tersebut bertujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan dan kemacetan, karena target penumpang khususnya pemakai kendaraan pribadi, dan pengguna roda dua oleh warga Tanggerang yang bekerja di Jakarta sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau