Afganistan

Setiap Hari Lima Anak Jadi Korban Perang

Kompas.com - 13/06/2012, 17:21 WIB

KABUL, KOMPAS.com — Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (13/6/2012) ini, di Kabul, Afganistan, menyatakan, 1.756 anak tewas atau terluka dalam perang Afganistan pada tahun 2011. Dengan jumlah itu, berarti setiap hari rata-rata lima anak tewas atau terluka.

Jumlah korban anak-anak itu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2010, yaitu 1.396 anak. Namun, jumlah korban yang dilaporkan hanya kurang dari 300 anak.

"Kematian anak sebagai korban perang adalah sebuah tragedi. Hal itu sangat tidak dapat dibenarkan dan diterima," kata Wakil Utusan Badan PBB untuk Anak-anak Unicef di Afganistan Vidhya Ganesh.

"Semua pihak yang terlibat perang harus berupaya agar anak-anak dilindungi dan hak-hak mereka dijamin," lanjutnya.

Pada Februari 2012, polisi Afganistan membebaskan 41 anak, beberapa masih berusia enam tahun. Mereka diselundupkan ke Pakistan untuk dilatih sebagai pelaku bom bunuh diri.

Awal bulan ini, otoritas Afganistan memberitahukan telah menangkap dua anak usia 10 tahun. Anak-anak itu diduga sebagai pelaku bom bunuh diri yang berencana menyerang pasukan Afganistan dan NATO.

Selama perang, ribuan anak di Afganistan berada dalam kemiskinan, berkeliaran dan bekerja di jalanan, serta menjadi korban pelecehan seksual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau