Opec

Ekuador dan Libya Khawatir

Kompas.com - 13/06/2012, 19:21 WIB

KOMPAS.com - Dua negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Ekuador dan Libya khawatir kalau organisasi terlalu banyak memproduksi minyak. Kendati begitu, kedua negara terbilang menghindar dari ajakan pengurangan produksi. Ajakan itu mengemuka saat pertemuan tingkat menteri OPEC, sebagaimana warta AFP pada Rabu (13/6/2012).

OPEC kini tengah menghadapi kemerosotan harga hingga 25 persen sejak Maret 2012. Hal itu terpicu oleh lemahnya permintaan di samping melimpahnya persediaan. Tak cuma itu, gejolak ekonomi global juga memberi pengaruh. "Saya pikir itu adalah kelebihan pasokan," Menteri Sumber Daya Alam Ekuador Wilson Pastor mengatakan kepada wartawan.
   
Kini, ada 1,6 juta barrel per hari produksi berlebihan. Angka ini di atas pagu OPEC 30 juta barrel per hari.
   
Pastor mengatakan akan meminta 12 negara anggota OPEC memproduksi sepertiga dari pasokan minyak mentah dunia, mempertahankan pagu pada 30 juta barel per hari, pada Kamis.
   
Libya juga menyuarakan keprihatinan tentang kelebihan pasokan yang diperkirakan bahkan lebih tinggi pada 1,8 juta barrel per hari.
   
Sementara, dua anggota lainnya, Venezuela dan Iran ingin OPEC memangkas produksi untuk mendongkrak harga. Tapi,  anggota kartel terkemuka Arab Saudi khawatir bahwa ini dapat menghambat pemulihan ekonomi di seluruh dunia.
   
OPEC juga akan menggunakan pertemuan pada Kamis untuk membahas pemilihan Sekretaris Jenderal baru, karena Abdullah  El-Badri dari Libya pensiun pada akhir tahun. Iran dan Arab Saudi bersaing untuk posisi itu, bersama dengan Ekuador dan Irak.
   
Pastor yang berbicara menjelang seminar energi di Hofburg Palace, Wina, pada Rabu, mengatakan,"Ini akan menjadi suatu kehormatan bagi Ekuador dan Amerika Selatan namun kami akan lihat."
   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau