Jakarta 1

Koalisi Amankan Pemilu 2014 Desak KPU Lebih Terbuka

Kompas.com - 14/06/2012, 13:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Amankan Pemilu 2014 mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk terbuka dalam menyampaikan hambatan-hambatan yang ada, sehingga KPU hingga saat ini belum mengeluarkan peraturan tentang tahapan, program dan jadwal pemillu.

"Kami mendesak agar KPU lebih terbuka kepada publik untuk menyusun setiap agenda pemilu. Kemudian, mendesak KPU untuk terbuka dalam penyusunan peraturan-peraturan KPU dan mendesak agar DPR dan pemerintah tidak melakukan intervensi dan menghambat kerja KPU dalam proses konsultasi penyusunan peraturan" ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Yusfitriadi, di Kantor Sekretariat Nasional JPPR, Manggarai, Jakarta, Rabu, (13/6/2012).

Dia mengatakan, melalui penetapan hari pemungutan suara pemilu pada Jumat (8/6/2012) oleh KPU, menunjukkan KPU belum mempersiapkan tahapan pemilu. "Satu bulan setelah pelantikan anggota KPU yang baru, kami menanyakan sudah sampai mana KPU bekerja. KPU hanya menjawab, masih kontrol kantor, masih sebatas jawaban kalau anggota KPU masih susah beradaptasi dengan kantor. Tidak ada jawaban yang tegas," ujarnya.

"Seharusnya KPU bersikap terbuka dan dapat berkonsultasi dengan stakeholder Pemilu, dalam hal ini masyarakat yang notabene merupakan pemilih, dengan lembaga pemantau pemilu yang memang fokus mendalami kekurangan pemilu-pemilu sebelumnya, bukan hanya berkonsultasi dengan DPR," ujarnya.

Apabila ada kendala di luar kapasitas KPU, masyarakat bisa tahu. Pada kesempatan yang sama, peneliti Indonesian Parliamentary Center, Erik Kurniawan, menyampaikan kekhawatirannya carut marut Pemilu 2009 kembali terulang.

"Kekurangan pemilu sebelumnya, tahapan baru dimulai satu tahun sebelumnya. Khawatirnya hal ini kembali terulang," katanya.

Koalisi Amankan Pemilu 2014 itu terdiri dari Perludem, IPC, KIPP Jakarta, SPD, Komwas PBB, FORMAPPI, JPPR, Yappika, PPUA Penca, Puskapol UI, Demos, ICW, PSHK, CETRO, GPSP, Ansipol, Indonesia Budget Center (IBC), Soegeng Sarjadi Syndicate, KRHN, Seknas FITRA, Transparansi Internasional Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau