Persona Ahmad Dhani dalam Konser "Mahakarya"

Kompas.com - 14/06/2012, 15:59 WIB

Oleh Monalisa
 
"Banyak sekali yang tidak saya nyanyikan malam ini karena lagu saya yang enak terlalu banyak," kata Ahmad Dhani pada awal "Mahakarya Ahmad Dhani Dewa 19 In Concert", Rabu malam.

Perkataan musisi asal Surabaya yang terlahir dengan nama Dhani Ahmad Prasetyo itu ada benarnya karena konser yang berlangsung selama sekitar empat jam itu memang baru menampilkan 30 lagu dari sekian banyak karya Ahmad Dhani yang menjadi hits.

Dhani--demikian dia biasa disapa-- memang dikenal sebagai pembuat lagu-lagu yang hampir selalu laris di pasaran.

Debut awalnya sebagai pendiri dan pemimpin band Dewa 19, membawa kelompok itu menjadi salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an.

Aktivitas Dhani di dunia musik juga tak terbatas sebagai pemain band, penyanyi dan pencipta lagu saja. Dia membangun Republik Cinta Management, yang mengorbitkan banyak penyanyi dan grup musik.

Lagu-lagu musisi yang masuk dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" Majalah Rolling Stone itu juga bisa dibilang tak lekang oleh waktu.

Penonton mengenal semua lagu Ahmad Dhani yang selama konser dilantunkan penyanyi papan atas Indonesia seperti  Agnes Monica, Vina Panduwinata, Titi DJ, Afghan, Mulan Jameela, Ari Lasso, Once, Judika, Maha Dewi dan T.R.I.AD.

Penonton yang jumlahnya ribuan ikut bernyanyi bersama mereka. Para penonton mengikuti Regina 'Idol', Dion 'Idol', Sean 'Idol', Yoda 'Idol', dan band The Lucky Laki--band tiga putra Dhani-- menembangkan lagu karya Ahmad Dhani.

Agnes si pembuka

Agnes Monica mengawali konser yang bermula pukul 21.00 WIB dengan lagu "Dewi Cinta". Mengenakan kostum warna putih dan hitam, dia naik ke panggung diiringi orang-orang berseragam tentara yang berjalan berbaris.

Setelah Agnes, dalam balutan gaun merah Mulan Jameela menyanyikan lagu "Makhluk Tuhan yang Paling Seksi".

Lalu iringan rombongan drum band membawa tim Dewa 19 termasuk Ahmad Dhani masuk ke panggung. Para penonton menyambut mereka dengan gemuruh tepuk tangan dan Ari Lasso langsung menghentak panggung lewat lagu "Restoe Boemi".

"Ternyata lagu 'Restoe Boemi' cukup membuat saya meneteskan air mata. Jadi ingat masa lalu," kata Dhani mengenang awal karirnya bersama Dewa 19.

Namun suasana sedikit haru itu langsung berganti tawa saat ia memanggil anak bungsunya, Ahmad Abdul Qodir Jaelani--biasa disapa Dul-- ke panggung. Dhani membuat penonton tertawa saat mengomentari gaya Dul memasuki panggung.

"Maklum kalau belum pernah menjadi artis ya kaya gini. Kamu tuh ya kalau naik panggung kaya gini. Ulangi lagi," ujar Dhani sambil memberi contoh

Dul hanya bisa tersenyum menuruti perintah ayahnya, lalu menunjukkan kebolehan memainkan piano, mengiringi Dewa 19 membawakan lagu "Cinta Kan Membawamu Kembali".

Maha Dewi, Titi DJ, Judika, Vina, Afghan dan beberapa peserta ajang pencarian bakat Indonesia Idol juga menyanyikan lagu-lagu Dhani seperti "Dokter Cinta", "Begitu Salah Begitu Benar", "Tak Akan Ada Cinta yang Lain", "Cinta Mati", "Andai Aku Bisa", "Risalah Hati", serta "Aku Cinta Kau dan Dia".

Vina juga memukau penonton dengan lantunan "Lagu Cinta" dan "Mistikus Cinta".

Dhani sendiri sempat membawakan beberapa nomor lagu seperti "Kamu Kamu lah Surgaku" dan "Bukan Selir Hati" diiringi T.R.I.A.D, salah satu band yang bentukan dia.

"Gantian saya mau nyanyi ya, boleh ya?" ujar Dhani sebelum bernyanyi.

Selama konser yang terasa berlangsung cukup panjang itu anak-anak dan keponakan Dhani juga membuat kagum penonton dengan membawakan lagu rock "Black Dog" dari musisi legendaris Led Zeppelin.

Tapi mungkin karena terlalu panjang, penampilan para bintang yang silih berganti membawakan lagu-lagu hits Dhani jadi terasa monoton, seperti acara musik televisi biasa. Apalagi penonton juga tidak bisa menyaksikan penampilan mereka secara detail melalui layar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau