Aksi korporasi

Mantan Menteri Perindustrian Jadi Komisaris BTEL

Kompas.com - 14/06/2012, 19:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sejumlah direktur dan komisaris baru mengisi jajaran manajemen PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Salah satunya mantan Direktur Utama Astra Internasional yang juga mantan Menteri Perindustrian, Rini Soemarno, dengan posisi sebagai Komisaris Independen.

Hal itu menjadi salah satu hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan dan RUPS luar biasa BTEL di Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Mantan CEO Bakrie Toll, Harya Mitra Hidayat, juga dipilih menjadi salah satu direktur baru di BTEL.

"Kami yakin masuknya direksi dan komisaris baru yang telah memiliki reputasi dan jaringan yang sangat kuat akan mempercepat proses penguatan organisasi, daya saing dan governance di BTEL," kata Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie.

Jajaran Direksi dan Komisaris BTEL melaporkan kemajuan positif dari revitalisasi perseroan. Seperti sudah diumumkan sebelumnya, bahwa setiap bulan sampai akhir tahun BTEL akan mengumumkan progress dari pemulihan kinerja perusahaan di semua lini, sekaligus perkembangan misi perseroan dalam mendorong integrasi Telekomunikasi, Media dan Teknologi (TMT) di Grup Bakrie.

"Sampai hari ini, kami cukup gembira bahwa revitalisasi yang dilakukan oleh BTEL telah berjalan sesuai harapan dan menunjukkan dampak positif terhadap kinerja perseroan," kata Anindya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau