Industri

Hilirisasi untuk Kesejahteraan Rakyat

Kompas.com - 15/06/2012, 03:59 WIB

Jakarta, Kompas - Hilirisasi industri tidak hanya ditujukan untuk mengejar nilai tambah, tetapi lebih diutamakan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sektor industri diharapkan tidak lagi terpusat di Jawa.

Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Kamis (14/6), mengatakan, saat ini industri pengolah barang tambang mineral belum berkembang karena belum ada kepastian ketersediaan bahan baku untuk pasokan jangka panjang.

Sementara itu, bahan tambang mineral terus diekspor secara besar-besaran, terutama sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara.

Dengan pertimbangan tersebut, perlu ditetapkan bea keluar terhadap 65 jenis mineral yang bertujuan untuk mengendalikan ekspor.

Menurut Hidayat, kondisi industri besi baja hingga saat ini strukturnya belum kuat karena industri hulunya belum berkembang dibandingkan dengan industri hilirnya.

”Kebutuhan bahan baku Industri hulu besi baja dalam negeri saat ini sebanyak 4 juta ton per tahun berupa iron ore, sponge ore, pellet, dan scrap, seluruhnya masih diimpor,” ujarnya.

Sementara itu, potensi kapasitas industri besi baja yang saat ini mencapai 19 juta ton per tahun masih membutuhkan 46 juta ton iron ore agar mendapatkan peningkatan nilai tambah sebesar 15 miliar dollar AS per tahun. Jika dijual dalam bentuk iron ore, hanya menghasilkan 2,3 miliar dollar AS per tahun. Nilai tambah yang didapat tersebut sebesar 12,7 miliar dollar AS atau setara Rp 114,4 triliun per tahun.

Diekspor besar-besaran

Hidayat mengatakan, cadangan iron ore sekitar 115 juta ton sepenuhnya diekspor secara besar-besaran. Pada 2011, ekspor iron ore mencapai 13 juta ton atau meningkat tujuh kali dibandingkan dengan ekspor iron ore tahun 2008. ”Apabila kondisi ini tidak dikendalikan, diperkirakan cadangan bijih besi akan habis dalam waktu sembilan tahun. Kondisi ini tidak mendorong tumbuhnya industri besi baja dalam negeri,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini telah tumbuh investasi baru yang mengolah iron ore menjadi sponge iron dan pig iron dengan kapasitas produksi sebesar 2,9 juta ton per tahun. Selain itu, juga investasi baru yang memproduksi slab dan plate dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. (OSA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau