Satwa

Populasi Orangutan Cenderung Berkurang

Kompas.com - 15/06/2012, 04:26 WIB

JEMBER, KOMPAS - Populasi orangutan di Indonesia sudah mengkhawatirkan sehingga perlu perlindungan yang baik melalui penyediaan kawasan hutan yang terpelihara. Hingga saat ini, populasi orangutan di Sumatera dan Kalimantan diperkirakan tersisa 51.300 ekor dari 65.298 ekor tahun 2004.

”Penyusutan orangutan akibat kebakaran hutan, pembukaan lahan untuk permukiman, dan perkebunan, juga pencurian,” kata mantan Direktur Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo, Imam Taufiq, di Universitas Jember, Jawa Timur, Kamis (14/6).

Hal serupa dibenarkan Direktur PT Bisma Dharma Kencana A Achmad Soedarsan. Ia menambahkan, perlu penelitian komprehensif tentang orangutan. ”Perlu ada konservasinya, penelitian, dan pemanfaatan hasil penelitian. Kegiatan ini masih sangat sedikit,” ujar Soedarsan, yang juga penguasa kelapa sawit.

Perguruan tinggi atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu mengambil prakarsa agar penelitian secara rinci dalam segala aspek tentang kehidupan dan manfaat orangutan bisa dilakukan.

Imam Taufiq menambahkan, kegiatan penelitian orangutan dan lingkungannya justru lebih banyak dilakukan orang asing. ”Jumlah mereka lebih banyak dibanding peneliti Indonesia sehingga untuk kegiatan kampanye terhadap perlindungan orangutan lebih didengar dunia internasional,” ujarnya.

Sepanjang abad ke-20, ancaman serius terhadap kelangsungan hidup orangutan datang dari manusia. Satwa ini biasanya ditangkap untuk tujuan komersial dan pemeliharaan di rumah. Penelitian terkait manfaat orangutan perlu digalakkan, antara lain, karena memiliki DNA 96,4 persen sama dengan DNA manusia.

Areal tempat tinggal orangutan makin menyusut karena untuk kepentingan ekonomi sehingga beberapa hak dasar kebebasan hewan tidak dimiliki lagi. Hak dasar itu, antara lain, bebas dari lapar dan haus, bebas mengekspresikan tingkah lakunya secara normal. (SIR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau