WROCLAW, KAMIS — Pendukung kesebelasan Ceko mendapat kabar menggembirakan. Pemain gelandang Tomas Rosicky bakal pulih dari cedera dan siap beraksi pada laga terakhir penyisihan Grup A melawan tuan rumah Polandia di Stadion Wroclaw, Polandia, Sabtu (16/6).
Juru bicara tim Ceko, Jaroslav Kolar, juga mengonfirmasi kondisi terakhir penjaga gawang Petr Cech yang sudah ikut latihan bersama tim, kemarin.
Sebelumnya, Rosicky dan Cech diragukan bisa tampil melawan Polandia karena mengalami cedera saat Ceko mengalahkan Yunani 2-1, Selasa lampau. Rosicky bahkan sempat ditarik keluar pada babak kedua.
”Keduanya akan tampil menghadapi Polandia. Cech sudah ikut latihan, sedangkan Rosicky masih menjalani terapi untuk mempercepat penyembuhan,” kata Kolar.
Kolar menambahkan, Cech sebelumnya mengaku merasakan nyeri di bahu kirinya. Namun, setelah diperiksa, Cech tidak mengalami masalah cedera serius. ”Hasil pemindaian tidak menunjukkan cedera pada sendi, tulang, atau jaringan di tubuhnya , ” kata Kolar menerangkan.
Sementara itu, hasil pemindaian Rosicky, yang mengalami masalah betis, juga tidak memperlihatkan adanya kerusakan pada bagian otot tendon atau jaringan. Namun, Rosicky mengaku masih cukup khawatir.
”Saya lega tendonnya tidak apa-apa, tetapi masih cukup bengkak. Rasanya tidak pernah sesakit ini. Bahkan saat saya berjalan pun rasanya sakit, saya jadi tidak bisa berdiri (bertumpu) dengan kaki (yang cedera).”
”(Namun) Saya tidak menyerah. Kami sudah lama menantikan momen ini dan saya ingin bermain sesegera mungkin,” kata Rosicky.
Ceko dan Polandia sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memastikan lolos ke perempat final. Keduanya sudah memainkan dua laga dengan hasil berbeda. Ceko pada laga pertama dihabisi Rusia 1-4. Namun, mereka kembali menghidupkan peluang berkat kemenangan 2-1 atas Yunani.
Sementara Polandia meraih dua hasil imbang. Di laga pertama mereka ditahan 1-1 oleh Yunani, sedangkan pada pertandingan kedua juga mendapat hasil yang sama ketika meladeni Rusia dalam laga yang penuh emosi dan diwarnai kerusuhan antarsuporter menjelang pertandingan.
Terkait dengan masalah suporter, Menteri Dalam Negeri Polandia Jacek Cichocki dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun Radio lokal menjamin, tidak akan ada lagi kerusuhan.
Dikatakan, pihaknya sudah meningkatkan jumlah aparat keamanan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah kerusuhan. Pihak keamanan Polandia memperkirakan jumlah suporter Rusia yang akan datang ke stadion sekitar 20.000 orang. Rusia akan menjalani laga terakhir menghadapi Yunani.
”Kami harap suporter bisa datang ke stadion. Kami sudah mengantisipasi secara maksimal,” kata Cichocki.
Namun, pernyataan Cichocki bertolak belakang dengan otoritas kota. Mereka melarang suporter Rusia untuk berkonvoi ke stadion karena dapat memicu ke- rusuhan. Selasa lalu, pendukung Rusia terlibat bentrok dengan suporter Polandia. Polisi menahan sedikitnya 184 orang yang 156 di antaranya suporter Polandia.
Minta maaf
Sementara itu, pemain gelandang Polandia, Ludovic Obraniak, menyampaikan permohonan maaf kepada pelatihnya, Franciszek Smuda. Pemain kelahiran Perancis ini sempat emosional, menendang botol minuman saat ditarik keluar untuk diganti pemain lain saat Polandia bermain imbang 1-1 melawan Rusia, Selasa lalu.
Saat itu, pemain berusia 28 tahun ini tengah bersiap untuk mengambil eksekusi tendangan bebas. Namun, pelatihnya menarik dia keluar digantikan pemain lain. ”Saat itu saya terlalu emosional. Itu sebuah reaksi yang sangat buruk dan saya telah meminta maaf,” kata Obraniak.
Smuda mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kejadian itu. Namun, media Polandia memperkirakan Smuda tidak akan memainkan Obraniak saat Polandia melawan Ceko. Posisinya kemungkinan akan digantikan Adrian Mierzejewski. (REUTERS/AFP/OTW)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang