Fitch: Dampak Aturan DP Baru untuk Bank Sangat Minim

Kompas.com - 15/06/2012, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitch Ratings menilai aturan maksimum loan to value (LTV) kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) yang diberlakukan serempak oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan hari ini, Jumat (15/6/2012) akan memperbaiki kualitas kredit. Namun, di sisi lain bakal memperlambat pertumbuhan kredit, khususnya dari segi kredit konsumer.

"Dampaknya akan lebih banyak terasa bagi perusahaan pembiayaan non-bank. Pasalnya, mereka lebih aktif daripada bank dalam hal pinjaman berisiko tinggi," ungkap Direktur bidang Perbankan PT Ritch Ratings Indonesia Iwan Wisaksana.

Peraturan LTV tersebut menetapkan uang muka untuk KKB yang disalurkan perusahaan pembiayaan minimum sebesar 25 persen sedangkan dari bank minimum sebesar 30 persen. Sebelum aturan ini meluncur, ada beberapa perusahaan pembiayaan menawarkan kredit sepeda motor tanpa uang muka. Regulator mencermati rendahnya kualitas kredit berdampak pada penurunan kualitas aset perusahaan pembiayaan.

"Peraturan ini tidak terlalu memicu penurunan kredit di perbankan karena umumnya sudah menerapkan maksimum LTV di kisaran 70 persen-80 persen," jelas Iwan.

Dalam tiga tahun terakhir Fitch mencatat industri pembiayaan telah tumbuh lebih dari 30 persen. Fitch memperkirakan pertumbuhan ini bakal menurun, walaupun masih tetap tinggi, yakni menjadi sekitar 20 persen-25 persen.

Aset perusahaan pembiayaan hanya 10 persen dibandingkan total aset sistem perbankan. Meski demikian, 70 persen dari kredit perusahaan pembiayaan adalah kredit konsumer sehingga dampaknya lebih signifikan dibandingkan bank. Sementara itu, untuk KPR hanya segelintir perusahaan pembiayaan yang menawarkan. (Astri Kharina Bangun/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau