Wali Kota Jakarta Barat Imbau Warga Ikut Pilkada

Kompas.com - 15/06/2012, 15:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 11 Juli mendatang, Wali Kota Jakarta Barat Burhanudin mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar memanfaatkan haknya dan datang ke TPS untuk menentukan pilihannya. Imbauan ini terkait isu banyaknya warga yang tidak ingin memanfaatkan hak pilihnya.

"Jangan tidak datang ke TPS pada tanggal 11 Juli untuk menentukan pilihan gubernur dan wakil gubernur yang akan memimpin pembangunan lima tahun ke depan di DKI Jakarta," jelas Burhanudin saat ditemui wartawan, Jumat (15/6/2012).  

Wali Kota berharap agar masyarakat tidak terpancing isu-isu negatif dalam pelaksanaan Pilkada di DKI Jakarta. "Kita bersama-sama berupaya untuk menciptakan keamanan dan ketenteraman sehingga pilkada di DKI Jakarta berjalan lancar," ujarnya.  

Selaku regulator, pihaknya ingin pelaksanaan pemungutan suara berlangsung adil karena kemenangan pemilu dilihat dari pelaksanaannya yang aman, bebas, dan rahasia. "Pemerintah mendapat surat edaran dari Gubernur DKI Jakarta agar wali kota memerintahkan kepada camat, lurah, dan perangkatnya menjadi wasit yang adil, siapa pun pemenang dalam Pilkada di DKI Jakarta," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau