Pelucutan Atribut Kampanye Belum Tuntas

Kompas.com - 15/06/2012, 18:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Jakarta Barat, Muhaimin, mengatakan aksi pelucutan 264 atribut peraga kampanye Pilkada DKI Jakarta di wilayah Jakarta Barat belum tuntas.

"Sudah ditertibkan atribut kampanye di berbagai ruas jalan di delapan kecamatan Jakarta Barat. Sampai pagi, kita ikut dalam aksi tersebut, tapi di beberapa titik masih belum tuntas dilucutkan aparat," katanya kepada Kompas.com, Jumat (15/6/2012).

Menurut Muhaimin, atribut kampanye keenam pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta masih ada yang menempel di beberapa ruas dan sudut jalan raya Jakarta Barat. "Kalau hasil penertiban semalam itu sudah dikumpulkan di kantor Walikota, sesuai nomor urut pasangan calon. Tapi di daerah Cengkareng Kapuk itu masih tersisa dan belum tuntas," katanya.

Ada 300 petugas Satpol PP Jakarta Barat, 20 personel kepolisian dari Polrestro Jakarta Barat, petugas Panwaslu, petugas KPUD Pusat dan 2 orang perwakilan tim sukses cagub-cawagub yang terlibat dalam aksi menurunkan 264 atribut peraga kampanye. Sejauh ini, yang sudah diturunkan adalah poster dan spanduk berbagai ukuran terkumpul dari nomor urut 1 sebanyak 88 buah, nomor 2 berjumlah 20 buah, nomor urut 3 juga 20 buah, nomor 4 terkumpul 41 buah, nomor 5 hanya 6 buah, dan nomor 6 terkumpul 89 buah.

"Rencananya mau dilanjutkan penertiban sore ini, namun pihak Panwaslu ada anggotanya yang terkena musibah, jadi kami menundanya," ujarnya seraya menambahkan, belum ada konfirmasi kelanjutan penertiban atribut.

Seperti diinformasikan, penertiban alat peraga merupakan tindak lanjut perintah KPUD Pusat yang mengharuskan wilayah DKI Jakarta bebas dari alat peraga Pilkada sebelum masa kampanye 24 Juni mendatang.

Pengertian kampanye, mengacu pada peraturan KPU, terdapat beberapa unsur di dalamnya. Unsur tersebut adalah mengajak warga memilih, memaparkan visi dan misi, kemudian dilakukan saat kampanye (24 Juni-7 Juli) dan dilakukan oleh tim sukses dan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau