”Apa yang disampaikan Kawanbin (Ketua Dewan Pembina) beberapa hari lalu kami garis bawahi semua. Itu benar semua. Itu jadi panduan bagi kader Demokrat. Tidak ada yang tidak setuju,” kata Anas, Jumat (15/6), dalam jumpa pers seusai acara menonton bersama film Soegija di bioskop XXI, Plaza Senayan, Jakarta.
Para pengurus Partai Demokrat hadir dalam acara itu, antara lain Wakil Sekjen Saan Mustofa, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah, serta Ketua DPP Sutan Bhatoegana.
Dalam pertemuan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPDPD) beberapa hari silam, Yudhoyono menyatakan, kader yang bermasalah harus mundur. Pernyataan semacam ini sebelumnya juga disampaikan Yudhoyono dalam sejumlah acara Partai Demokrat.
Mengenai pertemuan pengurus dewan pimpinan daerah di kediaman Yudhoyono tanpa kehadiran dirinya beberapa waktu lalu, Anas meminta hal itu tidak dilihat sebagai bentuk adanya perpecahan.
”Kami tahu, kami sadar, ada yang menginginkan kekacauan di Partai Demokrat. Ada yang punya harapan Demokrat tidak solid, kacau,” kata Anas.
Mengenai ketidakhadiran Anas dalam acara FKPDPD, menurut Sutan yang merupakan Sekjen FKPDPD, hal itu disebabkan surat undangan tidak sampai. ”Secara lisan, Anas tahu. Kalau surat undangan datang, Pak Anas pasti datang,” jelasnya.
Anas menambahkan bahwa Partai Demokrat solid dan bersatu. ”Maka, upaya adu domba pasti gagal. Tidak perlu diangkat ada hal-hal yang tendensius atau mengadu domba,” tuturnya.
Pengajar kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, menuturkan, Yudhoyono telah mempermalukan partainya dengan meminta kader yang tidak menjalankan garis partai agar mundur. Pasalnya, Yudhoyono menyampaikan pernyataan itu dalam acara partai yang terbuka bagi media.
”Gaya politik Yudhoyono adalah melibatkan publik untuk mendapatkan dukungan dalam penyelesaian masalah, misalnya ketika merombak kabinet. Namun, persoalan yang menimpa Partai Demokrat belakangan ini merupakan persoalan internal. Membuka persoalan itu kepada publik sama artinya dengan membuka aib rumah sendiri,” papar Andrinof Chaniago, Jumat.
Secara terpisah, pengamat politik J Kristiadi menilai, imbauan Yudhoyono itu sebenarnya dapat menjadi momentum perbaikan tatanan partai politik. Sebagai kepala pemerintahan dan panglima perang pemberantasan korupsi, Yudhoyono dapat memanggil pimpinan partai koalisi untuk membenahi tatanan partai politik, terutama pendanaan partai.