Romantisme "Sunset" di Pantai Akkarena Makassar

Kompas.com - 16/06/2012, 10:55 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Gemuruh ombak, semilir angin menghempas di bibir pantai Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Memang suasana pantai bisa menjadi penyejuk hati dan pikiran. Jadi nikmatilah libur dan santai Anda dengan mengunjungi Akkarena Tanjung Bunga dengan eksotisme dan romantisme sunset-nya.

Makassar merupakan daerah pesisir yang menjadi nilai jual bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya, pantai Akkarena Tanjung Bunga yang hanya berjarak 4 kilometer dari pusat Kota Makassar dengan jarak tempuh kisaran 8 menit menggunakan motor maupun mobil melewati Jalan Metro Tanjung Bunga.

Lahan seluas 10 hektar yang dikelolah oleh PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk ini, menjadikan pantai Tanjung Bunga yang semula tak terurus kini menjadi Akkarena Tanjung Bunga nan elok. Selain berenang di pantai, Akkarena Tanjung Bunga menyediakan tempat duduk santai menikmati sunset. Bahkan, di dalam tempat rekreasi ini disiapkan beberapa fasilitas lainnya seperti, outbound, waterfox, fly spot, banana boat, jet sky, kano. Pokoknya puas deh.

Apalagi, pengunjung tidak susah mencari makanan maupun minuman. Sebab, terdapat beberapa tempat yang menjajakan makanan dan minuman di kawasan wisata pantai Akkarena. Tempat parkir motor dan mobil cukup luas yang langsung dekat bibir pantai, jadi pengunjung tidak repot lagi mau menaruh barang-barang berharga. Lagi pula, pengawalan ketat pihak pengamanan Akkarena Tanjung Bunga dan polisi pariwisata dari Polda Sulsel terus bersiaga di kawasan tersebut.

Terdapat hanya dua pintu yakni pintu masuk dan keluar. Jika memasuki pintu masuk, ada dua pos penjaga untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Di situ, pengunjung membayar tiket masuk kendaraan sebesar Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Ditambah biaya masuk untuk orang dewasa Rp 10.000 per orang, sedangkan anak dibawah umur 5 tahun tidak dikenakan biaya. Tiket yang diperoleh di pintu masuk tetap harus disimpan, sebab saat melalui pintu keluar petugas akan meminta tiket kendaraan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi pencurian kendaraan.

Pantai Akkarena mulai buka pukul 06.00 Wita dan setiap harinya dikunjungi ratusan pengunjung, terlebih lagi jika hari-hari libur dipadati pengunjung hingga ribuan orang dari berbagai daerah di Sulsel dan wilayah lainnya di Indonesia.

Senja pun tiba, suasana pantai makin asyik yang disertai bunyi bebek angsa yang berkeliaran di kawasan itu. Usai berenang, pengunjung dapat membilas tubuhnya di ruangan shower yang telah disiapkan. Hanya dengan Rp 5.000 per orang, kita sudah bisa membersihkan tubuh dengan air tawar yang juga dilengkapi denga sabun mandi.

Waktu terus berganti, namun pengunjung terus berdatangan. Ternyata, pada malam hari pengunjung di Akkarena Tanjung Bunga tetap ramai. Terutama pasangan muda-mudi yang menikmati romantismenya suasana pantai di bawah rembulan. Suasananya asyik deh, pasalnya di kawasan itu diramaikan dengan lampu hias dan lampu sorot hingga pukul 22.00 Wita. Jika hari libur dan hari raya, pengelola Akkarena menambah waktu hingga pukul 24.00 Wita.

Munkar Ronrong, Manager Akkarena Tanjung Bunga mengatakan, pihaknya terus memberikan pelayanan yang maksimal. "Kita juga sering melakukan berbagai acara di kawasan pantai Akkarena Tanjung Bunga seperti musik dan lainnya. Bahkan, banyak komunitas dan kelompok yang menggelar acaranya di sini," katanya.

Salah seorang pengunjung pantai Akkarena Tanjung Bunga, Qutnandra yang berasal dari Kalimantan Selatan merasa puas menikmati suasana tempat wisata di Makassar. "Saya baru pertama kali datang, tapi serasa kerasan di Makassar. Apalagi, saya senang sekali dengan suasana pantainya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau