Pulang Kantor, Langsung Berenang di Belitung

Kompas.com - 16/06/2012, 13:56 WIB

KOMPAS.com – Pantai berpasir putih dan biru gradasi hijau zamrud dari laut Belitung. Keelokan yang menawan. Panorama di depan mata begitu cantik serupa di kartu pos promosi destinasi wisata.

Pulau-pulau kecil yang bertebaran di sekitar Pulau Belitung memang elok apa adanya. Bayangkan setelah stres dengan kerjaan menumpuk di pagi hari, sorenya sudah berenang di hangatnya matahari Belitung. Sementara sejauh mata memandang hanya birunya laut.

Niscaya, segala beban pekerjaan lenyap seketika. Tubuh ibarat baterai yang kembali diisi. Bukan sekadar impian, akhir pekan ini nekat saja melancong ke Belitung yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelumnya, pastikan Anda telah memesan hotel, tempat Anda akan menginap. Jika tak memesan jauh hari, bisa-bisa Anda kehabisan kamar. Sebab, Belitung salah satu destinasi wisata yang padat dikunjungi di akhir pekan.

Bawa barang seperlunya. Dari kantor, tak perlu pulang, langsung arahkan ke bandara. Cukup bawa tas punggung berisi baju ganti, pakaian renang, perlengkapan mandi, dan obat-obatan pribadi. Jangan lupa krim anti matahari.

Jika Anda dari Jakarta, pastikan Anda mendapatkan tiket pukul 14.35 di hari Jumat. Hal ini berarti Anda harus mempersiapkan cuti setengah hari di hari Jumat.

Ada dua maskapai yang bisa Anda pilih untuk rute Jakarta-Tanjung Pandan. Harga tiket fluktuatif, mulai dari Rp 350.000 sekali jalan. Sudah siap “nyebur” di Belitung? Contek rencana perjalanan berikut.

Jumat. Dari Jakarta menuju Belitung, pesawat akan mendarat di Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, ibu kota Belitung. Jika Anda berangkat pukul 14.35, maka Anda sampai di Belitung sekitar pukul 15.35. Sebab waktu tempuh kurang dari satu jam.

Sesampai Anda di bandara, langsung arahkan perjalanan ke Tanjung Tinggi. Menuju pantai yang pernah menjadi lokasi shooting film fenomenal “Laskar Pelangi” tersebut bisa dengan naik ojek maupun taksi.

Agar lebih praktis, baiknya Anda menyewa mobil. Namun, jika Anda datang hanya sendiri atau berdua, sewa ojek seharian bisa menjadi alternatif yang lebih murah.

Siap terpana dengan bebatuan raksasa sebesar rumah di tepi pasir putih dan laut yang begitu bening. Langsung saja berenang sambil menikmati matahari terbenam.

Kelar menikmati matahari terbenam, lanjutkan dengan makan malam. Salah satu pilihan adalah makan malam di Pandan Laut atau Restoran Dynasty.

Setelah makan, barulah saatnya check-in di hotel tempat Anda menginap. Pilihan hotel sangat beragam, mulai dari hotel bujet sampai hotel berbintang, seperti Hotel Bahamas atau Lorin Hotel & Resort Belitung.

Sabtu. Mari bersenang-senang di tengah laut. Sebelum bersenang-senang, jangan lupa memesan perahu sewaan. Harganya mulai dari Rp 350.000 per hari tergantung banyaknya jumlah penumpang di dalam perahu.

Biasanya, setiap pengemudi perahu sudah tahu akan membawa tamunya ke pulau-pulau mana saja. Pertama adalah mampir ke Pulau Batu Garuda. Di tengah pulau terdapat batu berbentuk kepala garuda.

Selanjutnya ke Pulau Pasir. Di sini, wisatawan diajak mencari bintang laut. Jangan heran, bintang lautnya besar-besar. Tentu bintang laut yang sudah ditangkap jangan dibawa pulang. Cukup foto bersama dengan si bintang laut, lalu lepas lagi.

Setelah itu, mampir ke Pulau Berlayar. Berenang-renang santai di bawah keteduhan batu-batu raksasa. Siang harinya, saatnya makan siang di Pulau Lengkuas. Inilah pulau yang menjadi ikon wisata Belitung. Sebab, ada mercusuar besar peninggalan Belanda di tengah pulau.

Jangan berlama-lama di Pulau Lengkuas, saatnya snorkeling. Perahu akan membawa Anda ke tengah laut, namun tak terlalu jauh dari Pulau Lengkuas.

Anda akan snorkeling dengan latar belakang mercusuar Pulau Lengkuas. Di bawah sana, karang-karang dan ikan-ikan kecil sudah menunggu untuk disapa. Jika beruntung, penyu pun bisa “nimbrung” saat Anda ber-snorkeling.

Minggu. Di hari terakhir, sisihkan uang untuk berburu oleh-oleh. Anda bisa mampir ke Kerupuk Keluarga atau Galeri UKM. Penggemar kuliner bisa membeli kerupuk kemplang sebagai oleh-oleh. Atau, aneka sambal tauco sampai terasi siap saji. Bisa juga batu satam berupa pecahan batu meteorit dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Harganya tentu mahal, bisa kisaran jutaan.

Oleh-oleh pilhan lainnya adalah gantungan kunci bertuliskan Belitung atau bergambar mercusuar Pulau Lengkuas. Bisa juga, gantungan kunci berisikan timah. Ya, Belitung merupakan daerah kaya timah.

Hati-hati terlena berbelanja, sebab Anda harus mengejar pesawat pulang kembali ke Jakarta. Pilih penerbangan siang hari, sehingga Anda sampai Jakarta di waktu sore. Anda pun masih punya waktu untuk beristirahat, sebelum kembali kerja di keesokan harinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau