Hodgson Turunkan Rooney

Kompas.com - 17/06/2012, 08:52 WIB

DONETSK, KOMPAS.com - Pelatih Inggris Roy Hodgson berencana menurunkan tim terkuatnya dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup D, Selasa (19/6/2012).

Kabar itu membuat Ukraina, calon lawan "The Three Lions", harus ekstrawaspada. Inggris tak main-main memastikan tiket ke Delapan Besar. Kemenangan sepertinya jadi harga mati demi menjaga tren permainan Inggris yang kian menanjak.

Terakhir, Inggris melipat Swedia 3-2, Jumat (15/6/2012). Laga itu merupakan sanksi terakhir Rooney dan ia diplot untuk tampil dalam laga terakhir Grup D.

"Ia sangat profesional. Performa latihannya pun sangat berkelas. Rooney memang sudah memiliki kualitas sendiri," ucap Hodgson yang dikutip AFP.

Menurut eks pelatih West Bromwich Albion, Rooney malah memberi dukungan pada pemain lainnya di luar lapangan dan saat pertandingan.

"Tentu saja ia ingin turun bermain," lanjut Hogdson.

Mantan pelatih Inter Milan itu senang memiliki banyak pemain pilihan berkualitas di lini depan, termasuk Danny Welbeck dan Andy Carroll. Dua pencetak gol ke gawang Swedia.

"Anda akan merasa beruntung menjadi pelatih tim nasional dengan berbagai pilihan berkualitas," cetus pria berusia 60 tahun.

Yang pasti, kata Hodgson, Wazza --sapaan Rooney-- tak sabar untuk turun gelanggang.

Setelah gagal menampilkan performa menawan di Piala Dunia 2006 dan 2010, Rooney memang tak sabar menunjukkan keampuhannya sebagai bomber kelas kakap di Euro 2012.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau