4 Tips Membakar Iga

Kompas.com - 17/06/2012, 14:16 WIB

KOMPAS.com - Ingin mengadakan pesta barbeque di rumah  bersama keluarga atau teman-teman? Salah satu bahan makanan yang biasa digunakan untuk pesta barbeque adalah ikan, daging steak, daging iga, atau udang. Daging iga, khususnya, biasanya menu favorit saat barbeque. Untuk menghasilkan iga bakar yang nikmat sebenarnya tidak susah. Ikuti beberapa tips untuk membuat iga bakar yang tak kalah lezat dengan di restoran.

1. Gunakan iga segar
Untuk menghasilkan kelezatan yang maksimal, pilih iga yang segar. Lemak segar yang ada di bagian ini akan mudah lumer ketika dipanggang, dan membuat iga semakin nikmat. Akan tetapi jika tak punya iga segar, Anda juga bisa menggunakan iga beku. Biarkan iga mencair, dan suhunya sama dengan suhu ruangan. Ketika Anda langsung memanggang iga yang masih beku, bagian dalamnya menjadi tidak matang.

2. Bumbui dengan tepat

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan bumbu yang banyak saat merendam iga (proses marinasi) bisa membuat iga terasa lebih enak. Namun, bumbu yang terlalu pekat dan berlebihan akan membuat rasa asli dari daging iga menjadi hilang. Hindari juga menyajikan iga bakar dengan saus yang terlalu pekat karena bisa menutup kelezatan daging.

3. Jangan direbus

Merebus iga akan membuat daging menjadi lebih empuk saat digigit. Namun, proses merebus ini akan membuat Anda kehilangan rasa dan juice (sari) dari iga. Ekstrak iga ini akan larut dalam air. Sehingga meski Anda akan mendapat gigitan iga yang empuk, namun rasanya kurang gurih.

4. Tidak perlu dibungkus aluminium foil
Saat membakar iga, Anda tak perlu membungkusnya dengan aluminium foil. Aluminium foil justru akan mengurangi kenikmatan rasa bakarannya. Aluminium foil bisa digunakan untuk menjaga agar iga bakar tetap hangat sebelum disajikan. Jika takut dengan risiko karsinogen akibat proses pembakaran, perhatikan api yang Anda gunakan untuk membakar. Hindari api yang langsung mengenai daging karena inilah yang akan menyebabkan timbulnya zat karsinogen. Sebaiknya, beri jarak yang cukup antara daging dengan bara ataupun api pembakaran.

5. Hindari panggangan yang terlalu panas
Salah satu kesalahan yang banyak kita lakukan adalah membiarkan pemanggang terlalu panas. Pemanggang yang terlalu panas tidak akan mempercepat proses pematangan iga, namun justru membuat permukaan iga cepat gosong sementara bagian dalamnya belum matang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau