Pencuri Barang-barang Masjid Diringkus Polisi

Kompas.com - 17/06/2012, 19:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -- Seorang pelaku pencurian, dengan sasaran barang-barang masjid, telah ditangkap oleh polisi dari Polsek Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2012). Si pencuri, yang mengaku berasal dari Palebon, Pedurungan, dan berusia 23 tahun, mengatakan kepada polisi bahwa ia sudah melakukan tindak kriminal itu puluhan kali.

Ia mengaku mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi dan kesulitan membayar kredit motor miliknya, sementara istrinya juga tengah hamil tiga bulan. Ia mengaku pula, selain di Kota Semarang, ia melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Demak. "Saya harus bayar angsuran motor, sebulannya Rp 500 ribu, sedangkan saya tidak punya pekerjaan," ucapnya kepada polisi.

Yang dilakukan oleh sang pencuri, menurut penuturannya kepada polisi, ia masuk ke masjid ketika orang-orang akan menjalankan shalat berjamaah. Sesudahnya, ia berpura-pura terus berdoa hingga masjid benar-benar sepi. Setelah yakin sudah tidak ada orang lain di masjid, ia pun mengambil barang-barang seperti jam dinding, mic, dan kabel, kemudian memasukkan semua barang curiannya ke dalam tas yang dibawanya. Tersangka juga mengaku menjual barang-barang itu ke pasar barang bekas dengan mengatakan bahwa barang-barang tersebut merupakan miliknya yang tidak terpakai.

Ia ditangkap oleh polisi dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Muktiharjo Lor berdasarkan laporan mengenai pencurian di masjid. Polisi melakukan penyelidikan di sejumlah tempat penjualan barang bekas dan berhasil menangkap pelaku. "Dari situ tersangka ditangkap dan mengaku sudah puluhan kali melakukan aksinya," terang Kapolsek Genuk, Kompol Dony Setiawan.

Sejumlah barang bukti yang diambil dari si pencuri adalah satu mic, satu penyangga mic, kabel, sebuah tas punggung, dan satu sepeda motor yang digunakannya. Ia saat ini ditahan di sel tahanan Mapolsek Genuk dan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau