Habis Menggasak Dua Sopir, Pemalak Diringkus di Alun-alun

Kompas.com - 17/06/2012, 20:43 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com -- Polisi telah meringkus seorang penjahat kambuhan yang biasa menodong dan memalak sopir truk di Jalur Pantura Situbondo, Jawa Timur. Si pelaku--seorang pria yang mengaku berumur 30--ditangkap di alun-alun Kota Situbondo, setelah menodong dan memalak dua sopir truk--satu dari Lamongan, Jawa Timur, dan satu lagi dari Klaten, Jawa Tengah.

Pemalak itu mengaku memiliki pekerjaan berdagang sate keliling. Darinya polisi mendapatkan barang bukti berupa sepeda motor Honda Revo yang digunakannya ketika beraksi. 

Ketika memalak kedua sopir tersebut, ia beraksi bersama seorang temannya, lelaki berusia 28 tahun. "Tersangka ditangkap di Alun-alun Kota Situbondo, usai memalak sebesar Rp 5,7 juta terhadap dua sopir truk yang melintas di Jalur Pantura Situbondo, sedangkan temannya berhasil kabur. Tersangka langsung dijebloskan ke Mapolres," terang AKP Sunarto, Kasatreskrim Polres Situbondo, Minggu (17/6/2012).

Diterangkan pula oleh Sunarto, pemalak itu dan temannya biasa mengancam si calon korban dengan menggunakan pisau. Mula-mula, mereka berpura-pura menjadi petugas keamanan dan menghadang sebuah truk dengan menggunakan sepeda motor yang mereka naiki. Begitu truk itu berhenti, keduanya langsung meminta surat-surat kepada sopir truk tersebut dan menodongnya dengan pisau. Selanjutnya, mereka meminta barang-barang korban. Jika korban melawan, tersangka tidak segan-segan melukai korban.

"Tersangka tercatat sudah lima kali masuk penjara dengan modus dan sasaran yang sama, pelaku sudah tercatat di daftar residivis dan pencarian, sedangkan satu tersangka lagi masih buron," kata Sunarto lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau