Pasar modal

Di Belakang Yunani, Masalah Spanyol Menunggu

Kompas.com - 18/06/2012, 08:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah pelik mengintai negara-negara di zona Euro. Setelah Yunani ada titik terang, penyelesaian masalah di Spanyol ditunggu-tunggu investor global. Volatilitas dan risiko pasar tetap tinggi, termasuk bagi Indeks Harga Saham Gabungan. Pemerintah Spanyol akhir pekan lalu telah mengajukan permintaan dana talangan kepada Uni Eropa sebesar 100 miliar euro (sekitar 125 miliar dollar AS).

Namun, menurut riset Henan Putihrai Securities, ketentuan tentang berapa besar dana talangan yang dapat diterima negara ini baru diketahui setelah hasil audit independen terhadap perbankan Spanyol diumumkan 21 Juni mendatang.

Di pasar domestik, data Bloomberg menunjukkan penjualan bersih asing di pasar saham sejak awal Juni mencapai Rp 1,67 triliun. Investor asing juga mengurangi kepemilikan obligasi Pemerintah RI dari Rp 224,5 triliun pada akhir Mei menjadi Rp 222,9 triliun per 12 Juni lalu.

Aksi jual ini diyakini karena investor masih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global serta menunggu hasil pemilu Yunani dan pertemuan para pemimpin negara-negara G-20 yang akan berlangsung 18-19 Juni di Meksiko. IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada di kisaran support-resistance 3.669-3.910. Dan, saham-saham yang disarankan untuk dicermati di antaranya INDF, TLKM, KLBF, AKRA, AALI, dan BBRI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau