Presiden: Atasi Krisis Perlu Kerjasama Pemerintah-Pebisnis

Kompas.com - 18/06/2012, 10:32 WIB

LOS CABOS, KOMPAS.com  -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, tidak ada pemerintahan yang bisa melakukan sendiri pemulihan ekonominya di tengah ketidakpastian ekonomi global sekarang ini. Untuk itu dibutuhkan kerja sama pemerintah anggota G20 dengan kelompok bisnis.

“Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, tidak mungkin kita mencapai pemulihan ekonomi global sendiri. Kerja sama dengan komunitas bisnis adalah sebuah keharusan,” kata Presiden SBY dalam pidatonya pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Business 20 (B20), di Hotel Hilton, Los Cabos, Meksiko, Minggu (17/6/2012 ) waktu setempat atau (Senin WIB), seperti dikutip dari situs Presiden RI.

Presiden menegaskan, persoalan yang dihadapi dunia kini semakin kompleks dan saling terkait. Apa yang terjadi di Yunani dan zona Eropa, krisis di Timur Tengah, akan berdampak pada negara-negara di kawasan lain. Dalam situasi seperti ini, tidak ada solusi mudah dan jalan pintas. “Dalam menghadapi kenyataan ini, kita menaruh harapan pada kemitraan yang sukses antara pemerintah dan B20,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden melontarkan pemikiran perlunya kontribusi dan kerja sama lebih erat antara kelompok bisnis, pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan pengalaman ini Indonesia berhasil mengatasi krisis 2008 lalu. “Kami telah mengadopsi sebuah protokol manajemen krisis sebagai tindakan kontingensi,” katanya.

KTT B20 ini dihadiri sekitar 300 pengusaha dunia dari 29 negara. Seusai Presiden SBY menyampaikan pidatonya, sejumlah pengusaha kemudian naik ke atas panggung menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau