DPP Demokrat Didesak Kesatria

Kompas.com - 18/06/2012, 12:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat didesak segera menggelar rapat khusus untuk menyikapi terus melorotnya tingkat keterpilihan atau elektabilitas partai. Jika tidak, elektabilitas partai bakal terus melorot hingga Pemilu 2014 .

"DPP rapat khusus untuk membahas ini. Ada jalan keluar, solusi terbaik agar laju penurunan ini dapat dicegah. Rapat khusus itu dapat menghasilkan solusi, sikap kesatria, kedewasaan," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/6/2012).

Hayono dimintai tanggapan hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia yang menempatkan Demokrat di urutan ketiga dengan angka sebesar 11,3 persen. Di atas Demokrat, klaim LSI, yakni Partai Golkar dengan angka 20,9 persen lalu PDI Perjuangan 14 persen.

Sebelumnya, survei Soegeng Sarjadi Syndicate menempatkan Demokrat juga di posisi ketiga dengan tingkat dukungan sebesar 10,7 persen. Diatas Demokrat yakni Partai Golkar sebesar 23 persen dan PDI-P 19,6 persen.

Hayono mengatakan, DPP tidak boleh menganggap remeh hasil jajak pendapat lembaga survei. Setidaknya, suara Demokrat telah hilang hampir 50 persen dari hasil pemilu 2009 yakni sebesar 21 persen. Jika angka turun di bawah 10 persen, kata Hayono, akan sulit bagi partai untuk mendongkrak kembali.

Ketika ditanya sikap kesatria atau kedewasaan seperti apa yang diminta, Hayono menjawab, "Teman-teman di DPP tahu persis, di mana ketua umum kami (Anas Urbaningrum) terkait dengan kasus Nazaruddin. Silakan dipertimbangkan sehingga dapat mengembalikan elektabilitas partai."

Seperti diberitakan, Anas disebut-sebut terlibat dalam kasus proyek Hambalang, Bogor. Tak hanya Anas, Sekretaris Dewan Pembina Demokrat Andi Mallarangeng dan beberapa kader Demokrat lain juga terseret kasus itu. Situasi itu lah yang dinilai membuat elektabilitas Demokrat terus melorot.

Para pendiri dan deklarator Partai Demokrat bereaksi atas situasi yang tengah dialami Demokrat. Mereka lalu berkumpul dan membentuk Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau