Minimarket Abaikan Keamanan, Banyak Aksi Perampokan

Kompas.com - 18/06/2012, 14:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perampokan terhadap minimarket yang terjadi di wilayah Jakarta Timur beberapa waktu terakhir, diakibatkan karena abainya pihak pengelola terhadap keamanan internal. Padahal, pihak kepolisian setempat telah memperingatkan masalah tersebut kepada pihak pengelola sebelumnya.

"Sudah dibilang itu sejak minimarket dibuka, agar disediakan satpam lah buat jaga keamanan. Sekarang kalau sudah begini, kami juga yang repot," ujar Kepala Seksi Humas Polsektro Kramat Jati, Aiptu Akhmad kepada Kompas.com saat ditemui di kantornya, Senin (18/6/2012).

Akhmad mengaku telah mendata minimarket yang beroperasi 24 jam di wilayahnya. Petugas patroli pun telah diterjunkan setiap malam. Namun, kecerdikan pelaku dapat mengelabui petugas.

"Ya kaya yang tadi itu, kan menurut informasi, sebelumnya ada patroli kontrol. Dia pergi, terus baru pelaku beraksi," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Perwira Unit Reserse Kriminal Iptu Suwardi. Peristiwa perampokan yang terjadi di Alfamart Jalan Wijaya Kusuma Raya, Malaka Kaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa saat setelah perampokan di Dewi Sartika, juga diakibatkan karena tidak ada pengamanan internal.

"Berkali-kali sudah diperingatkan, kalau bisa ada satpam. Dia terlalu cuek, terlalu masa bodo, kami minta data transkripan CCTV saja mereka nanya, ada keperluan apa Pak? Masa begitu?" ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, jika tidak menyediakan satpam, paling tidak pihak pengelola bekerja sama dengan petugas keamanan lingkungan untuk berkoordinasi.

"Atau nggak bikin saja warung kecil di sana, supaya agak ramai sedikit. Begitu ada peristiwa, dia bisa teriak atau apa," ujarnya.

Yuda Muziangki (26), Kepala Minimarket Alfamart Duren Sawit, membenarkan pihaknya tak menyediakan pengamanan internal. "Yang ada cuma tukang parkir saja, itu juga paling malam jam 12 malam sudah pulang," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, aksi perampokan menimpa dua minimarket Alfamart dalam waktu yang berdekatan. Pukul 01.20 WIB, lima perampok, tiga di antaranya menggunakan golok, menyatroni Alfamart di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.

Komplotan pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza B 1315 POK. Mereka membawa kabur uang tunai Rp 20 juta yang ada di dalam brankas. Dalam melancarkan aksinya, pelaku juga mengikat tiga orang karyawan minimarket.

Pukul 02.30 WIB, giliran Alfamart di Jalan Wijaya Kusuma Raya, Malaka Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur yang disatroni perampok. Tiga orang perampok datang dengan bersenjatakan golok langsung menodong satu dari dua orang karyawan. Uang sejumlah Rp 66 juta yang ada di dalam brankas pun berhasil digasak pelaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau