JAKARTA, KOMPAS.com — Budiyanto (30), pelempar bom molotov ke gedung SCTV, diduga sakit hati lantaran sempat ditolak bekerja di stasiun televisi swasta tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (18/6/2012), di Mapolda Metro Jaya.
"Dia pernah melamar di SCTV, tapi tidak diterima dan merasa sakit hati," ujarnya.
Rikwanto mengatakan, pelaku menaiki bus sebelum akhirnya melemparkan botol berisi bensin yang diduga bom molotov ke arah pintu masuk SCTV Tower. "Sambil marah-marah dia dekati ke arah gedung dan melempar botol," ucap Rikwanto.
Namun, botol berisi bensin itu tidak meledak karena ternyata tidak memiliki sumbu. Hingga kini, Rikwanto mengatakan bahwa keterangan Budiyanto kerap berubah-ubah. Latar belakang kejiwaan Budiyanto juga cenderung bermasalah karena sering melakukan kekerasan. "Kami akan periksa kejiwaan pelaku," kata Rikwanto.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (16/6/2012) pukul 16.00, dua orang pria tiba-tiba melempar botol berisi bensin, yang diduga bom molotov, ke pintu masuk SCTV, SCTV Tower, Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Satu pelaku berhasil tertangkap, sementara satu orang lainnya melarikan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang