Realisasi MDGs Masih Jauh dari Harapan

Kompas.com - 18/06/2012, 16:27 WIB

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) Sugeng Bahagijo mengatakan implementasi Millenium Development Goals (MDGs) masih jauh dari apa yang menjadi harapan dan komitmen dari 147 kepala negara. INFID menganggap, masih banyak problematika yang terjadi pada target pencapaian MDGs pada 2015 mendatang.

 

"Intinya, sejauh ini hampir 12 tahun (MDGs disepakati pada Sepetember 2000 ), MDGs masih jauh dari yang diharapkan," kata Sugeng, Jakarta, Kamis ( 18/6/2012).

 

Sugeng menuturkan, sejak ditandatangani dan menjadi komitmen dari 147 kepala negara dalam sidang PBB di New York pada September 2000 silam, ada beberapa target yang belum dicapai MDGs hingga 2015 nanti. Ini berdasarkan MDGs Report tahun 2008 dan 2010 .

 

 

Pertama, satu dari empat anak di negara-negara berkembang, berat badannya masih di bawah anak normal lainnya atau busung lapar.

 

Kedua, sekitar 66 persen dari seluruh perempuan yang bekerja, masih berada di bawah upah minimum pekerja

 

Ketiga, sekitar 500.000 ribu ibu melahirkan, meninggal tiap tahunnya akibat komplikasi pada masa kehamilannya.

 

Keempat, ada sekitar 2,5 miliar penduduk di dunia menjalani kehidupannya tanpa sanitasi yang baik.

 

 

Terakhir, ada peningkatan jumlah orang miskin sebanyak 21 juta di kawasan Asia Pasifik. Ini dipengaruhi oleh mereka yang kehilangan pekerjaannya.

 

 

Sekedar informasi, MDGs merupakan bentuk komitmen negera-negara dan komunitas internasional untuk mencapai sasaran pembangunan millenium.

 

Sasaran MGDs yakni, memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan untuk semua, mendorong kesetaraan gender, menurunkan ngka kematian naka, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi Malaria, HIV/AIDS dan penyakit menular, memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan terakhir mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

 

 

Komitmen MGDs yang dicanangkan dan ditandatangani 147 kepala negara (termasuk Indonesia) di sidang PBB New York pada September 2000 silam tersebut, akan berakhir pada 2015 .

 

Pasca 2015 nanti, para kepala negara akan merefleksikan tantangan baru selama 15 tahun lalu yang sudah terlewati tersebut.

 

 

Komitmen MGDs yang dicanangkan dan ditandatangani 147 kepala negara (termasuk Indonesia) di sidang PBB New York pada September 2000 silam tersebut, akan berakhir pada 2015 .

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau