Aktivitas militer

Benarkah Rusia Kirim Kapal Perang dan Marinir ke Suriah?

Kompas.com - 18/06/2012, 16:58 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebagian pihak di kalangan Angkatan Laut Rusia membantah bahwa negara itu telah mengirim kapal pendarat amfibi, yang berisi persenjataan dan pasukan marinir ke Suriah. Namun laporan terbaru menyebutkan, Rusia sudah menyiapkan dua kapal amfibi untuk menjemput warganya di Suriah.

Kantor berita RIA Novosti, hari Minggu (17/06/2012), mengutip seorang sumber di Armada Laut Hitam Rusia, yang membantah pengiriman kapal pendarat amfibi Nikolai Filchenkov ke pelabuhan Tartus di Suriah.

"Kapal itu saat ini berada dalam posisi siaga dan siap diberangkatkan sewaktu-waktu, seperti semua kapal perang di armada kami. Tidak ada marinir di dalam kapal itu, dan tidak ada perintah untuk perjalanan menuju Suriah. Para awak kapal saat ini masih menjalankan tugas sehari-hari saja," tutur sumber tersebut.

Bantahan itu dilontarkan setelah beberapa media Barat, termasuk CNN, mengabarkan bahwa Nikolai Filchenkov dari Armada Laut Hitam yang berpangkalan di Crimea, Ukraina, dalam perjalanan menuju Tartus, Suriah. Kapal tersebut membawa persenjataan dan pasukan marinir untuk melindungi fasilitas AL Rusia di Tartus.

Namun, hari Senin (18/06/2012) ini kantor berita Agence France Presse (AFP) mengutip berita dari kantor berita Rusia, Interfax, yang mengatakan, tidak hanya satu melainkan dua kapal amfibi Rusia sedang dipersiapkan bertolak ke Suriah.

"Dua kapal amfibi utama, Nikolai Filchenkov dan Tsezar Kunikov, sedang bersiap diberangkatkan ke Tartus di luar jadwal rutin mereka," tutur seorang pejabat Markas Besar AL Rusia kepada Interfax.

Menurut Interfax, dua kapal itu akan mengangkut sejumlah besar pasukan marinir Rusia untuk melindungi keselamatan warga negara Rusia di Suriah yang terus bergejolak.

"Para awak Nikolai Filchenkov dan Tsezar Kunikov dan kapal tunda darurat SB-15 bersama pasukan marinir di dalamnya mampu melindungi keamanan para warga negara Rusia dan mengevakuasi sebagian dari pangkalan dukungan logistik (AL Rusia di Tartus) jika diperlukan," imbuh sumber tersebut.

Sumber dari Armada Laut Hitam Rusia menyebutkan, Nikolai Filchenkov adalah kapal pendarat tipe LST (landing ship, tank) berukuran panjang 113,1 meter yang mampu membawa 300 tentara dan 1.700 ton kargo, termasuk 20 tank atau 40 kendaraan tempur lapis baja.

Sementara Tsezar Kunikov juga bertipe LST, tetapi berukuran sedikit lebih kecil. Dengan panjang 112,5 meter, kapal ini mampu membawa 150 prajurit marinir dan 482 ton kargo.

Rusia dikenal sebagai sekutu lama Suriah sejak era Uni Soviet di masa Perang Dingin. Hingga saat ini, Rusia memiliki fasilitas perawatan kapal-kapal militernya di Tartus, Suriah.

Akhir tahun lalu, Rusia juga sempat mengirimkan konvoi kapal-kapal perang utama, termasuk kapal induk Admiral Kuznetsov, ke Tartus. (RIA Novosti/AFP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau