JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri Batubara, menegaskan bahwa pegawai negeri sipil harus diperlakukan secara adil sesuai dengan kinerjanya. Untuk itu, jika terpilih menjadi gubernur, ia akan membuat rapor individu untuk kinerja para PNS.
"Rapor untuk mengukur kinerja PNS di DKI tersebut akan dibuat setiap enam bulan. Hal itu dilakukan agar PNS yang berprestasi dan kinerjanya baik mendapat remunerasi yang lebih adil," ujarnya lewat surat elektronik kepada wartawan, Senin (18/6/2012).
Ia melanjutkan, sistem birokrasi di pemerintah daerah DKI Jakarta selama ini tidak efektif. Hal tersebut terjadi karena pemerintah tidak merekrut orang-orang terbaik untuk berkiprah di pemda. Menurutnya, di zaman Gubernur Ali Sadikin, ada sistem perekrutan yang mengakomodir lulusan terbaik untuk berperan aktif dalam pemerintahan.
"Zamannya Ali Sadikin, the best ITB dan UI direkrut lewat mekanisme tertentu. Sekarang tidak ada lagi kepedulian pada kualitas birokrasi. Akibatnya, sebagai misal, ada pengawas bangunan bertitel SH, lalu dia disuruh sekolah lagi, sekolah yang masuk malam. Jadi, yang penting asal ada. Rusak caranya kalau begini," lanjutnya.
Faisal juga mengkritik banyaknya orang yang tidak kompeten di bidangnya berkiprah di pemda. Akhirnya, mereka tidak bisa menghasilkan terobosan yang inovatif. Untuk itu ia akan membangun satu program reformasi birokrasi.
Selain itu, ekonom UI ini juga akan membangun pusat layanan satu pintu transaksi keuangan dan perpajakan yang ditarik pemda dengan sistem elektronik (cash online register). "Ini bagian dari transparansi. Jadi, berapa jumlah pendapatan pemda dari pajak, tercatat dengan baik," lanjutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang