Kalau Jadi Gubernur, Faisal Buat Rapor PNS

Kompas.com - 18/06/2012, 18:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri Batubara, menegaskan bahwa pegawai negeri sipil harus diperlakukan secara adil sesuai dengan kinerjanya. Untuk itu, jika terpilih menjadi gubernur, ia akan membuat rapor individu untuk kinerja para PNS.

"Rapor untuk mengukur kinerja PNS di DKI tersebut akan dibuat setiap enam bulan. Hal itu dilakukan agar PNS yang berprestasi dan kinerjanya baik mendapat remunerasi yang lebih adil," ujarnya lewat surat elektronik kepada wartawan, Senin (18/6/2012).

Ia melanjutkan, sistem birokrasi di pemerintah daerah DKI Jakarta selama ini tidak efektif. Hal tersebut terjadi karena pemerintah tidak merekrut orang-orang terbaik untuk berkiprah di pemda. Menurutnya, di zaman Gubernur Ali Sadikin, ada sistem perekrutan yang mengakomodir lulusan terbaik untuk berperan aktif dalam pemerintahan.

"Zamannya Ali Sadikin, the best ITB dan UI direkrut lewat mekanisme tertentu. Sekarang tidak ada lagi kepedulian pada kualitas birokrasi. Akibatnya, sebagai misal, ada pengawas bangunan bertitel SH, lalu dia disuruh sekolah lagi, sekolah yang masuk malam. Jadi, yang penting asal ada. Rusak caranya kalau begini," lanjutnya.

Faisal juga mengkritik banyaknya orang yang tidak kompeten di bidangnya berkiprah di pemda. Akhirnya, mereka tidak bisa menghasilkan terobosan yang inovatif. Untuk itu ia akan membangun satu program reformasi birokrasi.

Selain itu, ekonom UI ini juga akan membangun pusat layanan satu pintu transaksi keuangan dan perpajakan yang ditarik pemda dengan sistem elektronik (cash online register). "Ini bagian dari transparansi. Jadi, berapa jumlah pendapatan pemda dari pajak, tercatat dengan baik," lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau