Timses Minta Pilkada DKI Ditunda

Kompas.com - 18/06/2012, 21:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim sukses dari empat pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta pelaksanaan Pilkada DKI diundur. Hal itu menyusul masih kacaunya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.

Demikian diungkapkan anggota tim advokat Alex-Nono, R. Bambang Jaya Bangkit, Senin (18/6/2012), saat melapor di Mapolda Metro Jaya.

"Kami minta penundaan pelaksanaan pilkada kalau tidak kunjung benar ya kami minta ditunda selama sebulan," tutur Bangkit.

Hari ini, Bangkit beserta tim sukses lain dari pasangan calon Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Jokowi-Ahok, dan Hendardji Soepandji-Riza Patria melaporkan kekacauan DPT ke Polda Metro Jaya.

Mereka melaporkan Ketua KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar serta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI, Purba Hutapea atas tuduhan pemalsuan dokumen.

Bangkit melanjutkan, ia dan kuasa hukum timses lainnya meminta agar data DPT segera diperbaiki secepat mungkin.

"Laporan kami ke Polda terkait kisruh DPT ini kan berarti memang ada unsur pidana di sana. Sehingga harus segera diperbaiki," ucap Bangkit.

Laporan yang dilakukan timses ini, kata Bangkit, juga sekaligus memberikan pembelajaran politik bahwa keadilan dalam Pilkada DKI harus ditegakkan.

"Jakarta ini kan parameternya, jadi harus memberikan contoh. Ini bentuk perjuangan dari kami," papar Bangkit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau