KOMPAS.com - Kabinet Bangladesh menyetujui penandatangan proposal pembukaan kembali rute penerbangan Dhaka- Yangon pergi pulang. Rute ini memperluas kerja sama dua negara Bangladesh dengan tetangganya di tenggara, Myanmar.
Menurut warta Xinhua pada Senin (18/6/2012), mengutip Sekretaris Kabinet Bangladesh Mosharraf Hossain Bhuiyan, untuk tahap pertama, rute itu berlangsung satu hari dalam seminggu. Nantinya, 7 pesawat penumpang dan 4 pesawat kargo akan melayani rute tersebut.
Menurut pemaparan Bhuiyan, lima tahun lamanya Bangladesh menanti perwujudan rute ini kembali. Baru pada Januari 2012, kedua negara bersepakat memiliki layanan udara.
Dari sisi Bangladesh, krisis ekonomi membuat maskapai nasional Biman Bangladesh Airlines tutup sejak 2007. Sebelumnya, maskapai penerbangan ini memang melayani rute kedua kota tersebut.