Enam Perusahaan Besar di Kendal Diduga "Ngemplang" Pajak

Kompas.com - 19/06/2012, 05:36 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah 1, Sakli Anggoro, mengaku ada enam perusahaan besar yang diduga telah melakukan pemalsuan pengisian daftar pajak. Akibatnya, negara mengalami kerugian miliaran rupiah.

Salah satu perusahaan itu adalah Rubberindo Pratama. Perusahaan yang terletak di Boja, Kendal, Jawa Tengah, itu telah melakukan penggelapan pajak sekitar Rp 25 miliar. Sekarang, kasusnya sedang ditangani oleh Pengadilan Negeri (PN) Kendal.

"Yang lainnya masih dalam taraf penelitian. Kalau sudah terbukti, akan kami bawa ke pengadilan," kata Sakli di sela-sela acara Values Komitmen Direktorat Jenderal Pajak untuk 1.000 triliun di Pendapa Kabupaten Kendal, Senin (18/6/2012).

Ia mengaku, lima perusahaan yang diduga melakukan penggelapan pajak tersebut berada di Kota Semarang. Sampai saat ini, pihaknya belum mengidentifikasi adanya pegawai Pajak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara pada kesempatan itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengaku, ada salah satu ulama besar di Kabupaten Kendal yang tidak mau bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, alasan dia tidak mau membayar pajak kurang jelas.

Widya mengaku, pihaknya masih melakukan pendekatan kepada ulama tersebut supaya mau membayar pajak. "Saya tidak etis kalau menyebut nama ulama tersebut. Tapi saya masih melakukan pendekatan, supaya beliau mau membayar pajak," kata Widya.

Widya menambahkan, membayar pajak adalah kewajiban semua warga Indonesia. Tidak memandang orang itu pejabat, ulama, atau apa. Sebab, hasil dari pajak itu digunakan untuk pembangunan dan kemakmuran bangsa dan negara.

"Saya juga membayar pajak. Sebab, saya warga negara Indonesia," tambahnya.

Adanya ulama di Kendal yang belum mau membayar pajak juga diakui oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang, Eka Damayanti. Seperti yang dikatakan oleh Widya, Eka juga mengaku perlu melakukan pendekatan supaya ulama tersebut mau membayar pajak.

"Pasti ia mempunyai alasan kenapa tidak mau membayar pajak. Ini diperlukan pendekatan yang baik," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau