JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengatakan, lelang term deposit valas (TD Valas) masih mengalami kelebihan permintaan pada Senin (18/6/2012). "Lelang TD Valas pada hari ini masih oversubscribed (kelebihan permintaan)," sebut Dody, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Ia menyebutkan, sekalipun terjadi kelebihan permintaan TD Valas, imbah hasil justru turun untuk masing-masing tenor. Saat ini, outstanding TD Valas pun berjumlah 1,2 miliar dollar AS. Kondisi bagus tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
Dody pun mengatakan, kelebihan permintaan TD Valas diharapkan bisa memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. "Sehubungan dengan TD Valas yang jatuh tempo pada Rabu (20/6/2012) yang berjumlah sekitar 500 juta dollar AS, Bank Indonesia direncanakan akan membuka kembali lelang TD Valas untuk tenor yang lebih panjang yakni sampai dengan 1 bulan," pungkas Dody.
Untuk diketahui saja, dengan fasilitas TD Valas, BI memposisikan diri sebagai pialang. Valas berupa dollar AS yang ditempatkan suatu bank di TD valas bisa diberikan kepada bank lain yang butuh suplai dollar AS. Di sisi lain, penempatan valas tersebut juga bisa menjadi amunisi tambahan bagi BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang